Profil Nugroho Sulistyo Budi, Pensiunan Jenderal TNI Dilantik Prabowo jadi Kepala BSSN
Nugroho menjadi salah satu perwira yang diperhitungkan dalam struktur militer Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle sejumlah menteri dan pejabat Kabinet Merah Putih. Salah satunya Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian digantikan Nugroho Sulistyo Budi.
Selain Kepala BSSN, Prabowo juga mengganti Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro dengan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Brian Yuliarto.
Posisi Satryo pun digantikan Brian Yuliarto yang merupakan Guru Besar Fakultas Teknologi Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kemudian Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjadi kepala BPS dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menjadi kepala BPKP. Mereka dilantik Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/2) sore.
"Bahwa saya akan setia kepada undang-undang dasar 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangnya dengan seluruhnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Prabowo membacakan sumpah jabatan.
Berikut sepak terjang Nugroho Sulistyo Budi, kepala BSSN baru menggantikan Hinsa Siburian.
Sosok Nugroho Sulistyo
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi adalah sosok yang dikenal di kalangan militer Indonesia. Lahir pada Januari 1967, ia merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991 dan memiliki karier yang cemerlang di TNI Angkatan Darat.
Dengan pengalaman yang panjang, terutama di bidang intelijen, Nugroho menjadi salah satu perwira yang diperhitungkan dalam struktur militer Indonesia.
Karier Nugroho di dunia militer dimulai di kesatuan Infanteri, khususnya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dia dikenal memiliki kemampuan yang mumpuni dalam intelijen, yang membawanya menjabat sebagai Agen Madya Badan Intelijen Negara (BIN) di Jawa Tengah.
Selain itu, Nugroho juga pernah menjabat sebagai Direktur Komunikasi Massa di Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi BIN.
Setelah empat tahun, Nugroho beralih tugas di lingkungan Menteri Pertahanan RI. Selama masa jabatan Menteri Pertahanan 2020-2024, Presiden Prabowo, ia dipercaya untuk menduduki posisi sebagai Staf Ahli Menhan Bidang Politik.
Nugroho Sulistyo Budi adalah rekan satu angkatan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.Selama berkarir dalam militer, Nugroho tercatat pernah bergabung dalam grup IV Kopassus yakni Tim Mawar, pada masa aktivis pro-demokrasi tahun 1997-1998.
Pada 18 Oktober 2024, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengeluarkan keputusan promosi dan mutasi terhadap perwira tinggi untuk bertugas di lingkungan kepresidenan. Salah satunya, Nugroho juga terpilih menjadi Inspektur Utama Badan Intelijen Negara (BIN).
Atas jabatan barunya tersebut, Nugroho yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Menhan Bidang Politik, telah melakukan serah jabatan tersebut kepada Brigjen TNI Endro Satoto pada 8 November 2024 yang dipimpin oleh Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.
Akan tetapi, jabatan terakhir sebagai Inspektur Utama BIN tidak dijalankan hingga akhir periode karena kini ia diberikan kepercayaan baru sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Prestasi
Nugroho Sulistyo Budi memiliki sejumlah pencapaian yang patut dicatat. Selama bertugas di BIN, ia berhasil mengembangkan strategi komunikasi yang efektif untuk meningkatkan hubungan antara lembaga intelijen dan masyarakat.
Hal ini penting untuk menciptakan kepercayaan publik terhadap institusi keamanan negara. Selain itu, sebagai Kepala BSSN, Nugroho berperan aktif dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan keamanan siber.
Ia juga terlibat dalam berbagai forum internasional yang membahas isu-isu keamanan global, memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Nugroho juga pernah terlibat dalam operasi militer seperti Operasi Seroja di Timor Timur.
Selain itu, ia menerima berbagai penghargaan militer, termasuk Bintang Yudha Dharma Pratama dan Satyalancana Seroja, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan pengabdiannya.