Pria Beratribut Ojol di Palembang Perkosa Bocah 12 Tahun, Ditemukan Tergeletak di Tempat Gelap
Keluarga bersama warga kompak mencari keberadaan korban.
Seorang bocah perempuan inisial P (12), menjadi korban perkosaan yang dilakukan pria beratribut ojek online. Polisi tengah mengidentifikasi pelaku.
Peristiwa itu bermula saat korban dan temannya jalan kaki dari rumahnya untuk menonton tari India di Jalan Lettu Kadir Karim, Gandus, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (3/5) malam. Tiba-tiba mereka didatangi pelaku dan menawarkan tumpangan.
Korban lalu menolak karena merasa tak kenal. Namun pelaku malah menariknya secara paksa dan membawanya ke sebuah tempat. Saksi lantas pulang untuk memberitahu keluarganya. Keluarga bersama warga kompak mencari keberadaan korban.
Ditemukan Tergeletak di Tempat Gelap
Selang beberapa lama, siswi SD itu ditemukan tergeletak di tempat yang gelap dan sepi. Kondisinya sangat mengkhawatirkan hingga dibawa ke rumah sakit.
Tak hanya trauma psikologis, korban juga harus menjalani tindakan operasi akibat perkosaan yang dialami. Keluarga pun melaporkan kasus ini ke polisi dengan harapan pelaku ditangkap.
"Benar, ada laporan perkosaan yang dialami anak berusia 12 tahun. Terlapor dikabarkan seorang pria berseragam ojol," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana, Selasa (5/5).
Musa menyebut pelaku memanfaatkan kepolosan korban dengan iming-iming memberi tumpangan. Pelaku lantas membawanya ke sebuah tempat yang aman dan terjadilah perkosaan lalu meninggalkan korban di tempat itu.
Polisi Cari Alat Bukti
Polisi tengah mencari alat bukti dan petunjuk untuk mengungkap pelaku. Selain penanganan kasus, polisi juga fokus memberikan pendampingan kepada korban atas peristiwa yang dialaminya.
"Korban masih trauma berat, perlu pendampingan intensif untuk memulihkan kondisinya," kata Musa.
Musa mengimbau orangtua meningkatkan pengawasan anak-anak agar tidak menjadi korban kejahatan. Sebab, niat pelaku tidak serta muncul seketika melainkan adanya kesempatan.
"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua agar selalu waspada, awasi setiap aktivitas anak," pungkas Musa.