Presiden Jokowi telah terima laporan 4 WNI disandera Abu Sayyaf
"Sekarang sudah laporan ke Pak Presiden. Sekarang kita lagi monitor semuanya," ujar Luhut
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM (Menko Polhukam), Luhut Binsar Panjaitan membenarkan adanya 4 WNI yang kembali disandera diduga kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina. Atas insiden ini, Luhut sudah melapor ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum berangkat ke Eropa.
"Ya betul, sekarang sudah laporan ke Pak Presiden. Sekarang kita lagi monitor semuanya," ujar Luhut di Bandara Halim Perdanakusumua, Jakarta Timur, Minggu (17/4).
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan, Presiden Jokowi langsung meminta melakukan penjajakan dengan Malaysia dan Filipina terkait hal tersebut. Namun untuk sementara waktu, kata Luhut, pihak TNI hanya bisa melakukan patroli bersama.
Sebab untuk menerjunkan langsung pasukan ke wilayah penyanderaan dibutuhkan proses terlebih dahulu. Luhut menegaskan, harus ada izin terlebih dahulu dari otoritas negara yang dituju sebelum pasukan Indonesia masuk ke wilayah tersebut.
"Karena konstitusinya tidak bisa melakukan itu, harus ada izin dari sana" jelas Luhut.
Luhut menambahkan, pihaknya secepatnya mendalami kasus penyanderaan ini untuk menentukan lngkah-langkah berikutnya. Termasuk sejauh mana pihak perusahaan melakukan negosiasi dengan pihak penyandera.
"Saya takut kalau-kalau ini jadi wilayah seperti Somalia. Jadi tidak aspek politik yang murni. Kita belum yakin betul ini dari kelompok Abu Sayyaf atau sempalan-sempalannya," tutup Luhut.
Diketahui, penculikan anak buah kapal asal Indonesia di perairan Filipina kembali terjadi. Dalam insiden terkini, empat anak buah kapal berstatus WNI disandera kelompok diduga Abu Sayyaf. Kejadian ini dibenarkan oleh Kementerian Luar Negeri melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Sabtu (16/4) dini hari.
"Benar (ada penyanderaan)," ujar Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI).
Baca juga:
Tangkal aksi Abu Sayyaf, Malaysia tutup perbatasan dengan Filipina
Menengok kesiapan TNI menyerbu Abu Sayyaf demi bebaskan WNI
Fadli Zon minta pemerintah kreatif lepaskan WNI sandera Abu Sayyaf
4 WNI disandera, pemerintah tunggu hasil negosiasi perusahaan
4 WNI kembali disandera, TNI kerahkan pasukan di perbatasan Filipina
KSAD sebut Kopassus siap tempur bebaskan 10 WNI di Filipina