Presiden Jokowi minta gerak cepat bangun Bandara Kulon Progo
"Sudah banyak yang menunggu-nunggu. Tapi di lapangan kita tahu belum dimulai pengerjaannya,” kata Jokowi.
Presiden Joko Widodo menyatakan saat ini Bandara Adisutjipto, Yogyakarta sudah mengalami kelebihan kapasitas. Bandara Adisutjipto saat ini melayani 3,5 juta penumpang per tahun, padahal kapasitas sebenarnya hanya 1,5 juta penumpang.
Maka dari itu, pemerintah telah mempersiapkan Bandara baru untuk menggantikan Bandara Adisutjipto yaitu Bandara Kulon Progo.
"Dan dengan peningkatan kapasitas di bandara baru ini akan memberikan dampak dan nilai tambah pada perekonomian daerah, khususnya DIY dan sekitarnya” kata Presiden dalam rapat terbatas membahas pembangunan Bandara Kulon Progo di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/4).
Dalam rapat tersebut, Presiden Jokowi menginginkan penjelasan dari sejumlah pihak ihwal Bandara Kulon Progo. Sebab, pembangunannya telah direncanakan dari tahun-tahun sebelumnya namun belum ada realisasinya.
"Saya mendengar pembangunan Bandara Kulon Progo ini sudah direncanakan cukup lama. Sudah banyak yang menunggu-nunggu. Tapi di lapangan kita tahu belum dimulai pengerjaannya,” katanya.
Maka dari itu, Presiden Jokowi menekankan agar semua pihak bergerak cepat untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Karena jika ditunda-tunda lagi, maka infrastruktur Indonesia akan tertinggal dengan negara-negara lain.
Pada kesempatan ini pula, Presiden berpesan agar pembangunan bandara tidak hanya berorientasi untuk 5-10 tahun akan datang, tapi kalau bisa sampai 30-50 tahun akan datang. "Dan terintegrasi dengan moda lainnya, baik bus maupun kereta api," ujarnya.
Baca juga:
Jokowi puji Pasar Manis paling baik pengaturan ruang
Jokowi nasihati pedagang Pasar Manis jangan sampai terjerat rentenir
Resmikan Pasar Manis Purwokerto, Jokowi borong sayur hingga mendoan
Jokowi: Hukum pelaku pemerkosa dan pembunuh Yuyun seberat-beratnya
Soal pembebasan 10 WNI, Jokowi tahu usai telepon Presiden Filipina