LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Presiden Jokowi Ingin Ada Badan Seperti IMF untuk Sektor Kesehatan

Dia menuturkan nantinya badan tersebut akan menggalang sumber daya kesehatan dunia. Seperti pembiayaan darurat kesehatan hingga membeli obat-obatan.

2022-01-20 17:57:13
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan untuk penguatan arsitektur sistem ketahanan dan kesehatan dalam jangka panjang perlu membentuk sebuah badan dunia seperti lembaga Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF). IMF adalah organisasi yang menyediakan bantuan keuangan berupa pinjaman serta masukan kepada negara anggotanya.

"Karena itu ke depan kita perlu solusi yang permanen agar dunia mampu hadapi permasalah kesehatan yang tidak terduga dan presidensi Indonesia akan memperjuangkan penguatan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia, yang dijalankan sebuah badan dunia semacam IMF," kata Jokowi saat menghadiri World Economic Forum secara virtual, Kamis (20/1).

Dia menuturkan nantinya badan tersebut akan menggalang sumber daya kesehatan dunia. Seperti pembiayaan darurat kesehatan hingga membeli obat-obatan.

Advertisement

"Untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia, pembelian vaksin, pembelian obat-obatan, pembelian alat kesehatan," bebernya.

Tidak hanya itu, nantinya badan tersebut juga merumuskan standar protokol kesehatan global, yaitu mengatur perjalanan lintas batas negara. Jokowi mengungkapkan hal tersebut perlu agar standar protokol kesehatan di semua negara bisa sama.

"Memberdayakan negara berkembang dalam hal kapasitas manufaktur lokal antara lain pengelolaan hak paten akses akses terhadap teknologi investasi di alat kesehatan dan obat-obatan dll," ungkap.

Advertisement

Jokowi menjelaskan dibutuhkan pembiayaan bersama untuk arsitektur baru sistem ketahanan kesehatan dunia tersebut. Dia yakin biayanya jauh lebih kecil dibandingkan kerugian dunia saat alami kerapuhan sistem kesehatan global.

"Bagaimana saat kita menghadapi pandemi Covid-19. Seharusnya negara maju tidak keberatan untuk mendukung inisiasi bersama ini dan tentu saja G20 akan sangat berperan sekali dalam menggerakkan pembangunan arsitektur ketahanan kesehatan global ini. artinya dibutuhkan sebuah kesepakatan bersama di g20 terlebih dahulu," pungkasnya.

Baca juga:
Jokowi: Krisis Covid-19 Menunjukkan Ketahanan Kesehatan Global Rapuh
Jokowi Tak Ingin Pendanaan Besar Transisi Energi Bebani Rakyat
Pengurus Forum Perguruan Tinggi Negeri: SDM Unggul Hasil Kombinasi SDA dan IPTEK
Siapa Sosok Ideal Jadi Kepala Badan Otorita IKN?
Visi Jokowi Indonesia Emas, Rektor USU Sebut Pendidikan dan Industri harus Kolaborasi

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.