LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Presiden Aspek ibaratkan pekerja asing di Indonesia seperti monster

"Kalau mereka (pemerintah) buta, tuli, kita akan turun ke jalan."

2016-08-02 14:56:57
Pekerja Asing
Advertisement

Fenomena masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia dianggap membawa masalah baru. Sejumlah kalangan menilai, fenomena ini menjadi pemicu meningkatnya pengangguran di Indonesia.

Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) Indonesia, Mirah Sumirat mengatakan masuknya tenaga kerja asing mengakibatkan kegelisahan pekerja lokal. Tenaga kerja asing diibaratkan monster yang bisa menyerang kapan saja.

"Tenaga kerja asing seperti monster luar biasa yang setiap waktu bisa menyerang kita. Kalau dalam perang, strategi seseorang yang ingin kuasai negara itu terlebih dahulu dia kuasai soal infrastruktur. Mulai dari jalan pembangunan jalan dan sejenisnya," ujar Mirah dalam sambutannya dalam Seminar Nasional dengan tema 'Efek Domino Serbuan Tenaga Kerja Asing Asal Tiongkok' di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, Selasa (2/8).

Mirah berpendapat, pemerintah mengabaikan nasib pengangguran di Indonesia. Pemerintah tak melakukan terobosan untuk membuka lapangan kerja bahkan membiarkan pekerja asing dengan leluasa masuk ke Indonesia.

"Kalau mereka (pemerintah) buta, tuli, kita akan turun ke jalan. Akan kita suarakan terus menerus bagaimana anak-anak bangsa kita tidak akan menjadi kacung di negara sendiri," tegas dia.

Masuknya tenaga asing, lanjut Mirah, juga memicu meningkatnya prostitusi di Indonesia. Diperkirakan, kawasan Doli yang sudah ditutup di Surabaya akan dibuka kembali lantaran meningkatnya pekerja asing di Indonesia.

"Ini akan membuka prostitusi, di Surabaya (Doli) bakal dibuka kembali kalau sebentar lagi banjir tenaga asing yang masuk. Dampaknya tentu ke orang lokal, karena banyak orang asing, dari India, Korea," tuntasnya.

"Tolak tenaga kerja Asing!" Seru Mirah.

Untuk diketahui, berbagai fakta di lapangan telah membuktikan bahwa pemerintah kecolongan terkait membanjirnya tenaga kerja asal Tongkok. Hal itu bisa dilihat dari tertangkapnya lima pekerja asal Tiongkok oleh Tim Patroli TNI Angkatan Udara Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang melakukan pengeboran proyek kereta api cepat tanpa izin di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma.

Belakangan, petugas gabungan Kodim 0905 Balikpapan dan Kantor Imigrasi Balikpapan berhasil mengamankan 23 orang Warga Negara Tiongkok, yang diduga bekerja di kawasan proyek PLTU Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur. WN Tiongkok ini tidak bisa menunjukkan dokumen keimigrasian.

Fakta lain, 700 pekerja Tiongkok juga membanjiri proyek pembangunan pabrik semen Merah Putih di Kecamatan Bayah, Lebak, Banten oleh PT Cemindo Gemilang pada tahun 2015. Sementara itu, ada 500 Warga Tiongkok bekerja di PT Virtue Dragon Nikel Industri. Jumlah ini lebih banyak dari pekerja lokal yang hanya berjumlah 246 orang.

Baca juga:
Tak hanya Indonesia, pekerja China mengalir kemana-mana
KSPI soal pekerja asing: Menteri Hanif jangan sibuk bela diri!
Tenaga kerja asing membanjiri Indonesia? Ini tanggapan Menaker
Banjir pekerja asing, Pemerintah diminta prioritaskan pekerja lokal
Menko Luhut sebut pekerja China di RI ada 16 ribuan orang
Riset: 35 negara paling produktif di dunia 2016

Advertisement
(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.