Prabowo dan Gibran Salurkan Sapi Kurban ke IKN, Total Hampir 3 Ton
Presiden Prabowo menyerahkan dua ekor sapi, sementara Wapres Gibran Rakabuming Raka menyumbangkan satu ekor sapi ke Masjid Negara IKN.
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menerima tiga ekor sapi kurban yang disumbangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ketiga sapi tersebut merupakan bagian dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang dialokasikan untuk bantuan kemasyarakatan.
Dalam perayaan Iduladha 1447 Hijriah yang berlangsung di Masjid Negara IKN, tercatat total 29 ekor sapi dan 9 ekor kambing yang berasal dari para shohibul kurban. Dari total tersebut, dua ekor sapi merupakan sumbangan Prabowo, sedangkan satu ekor sapi berasal dari Gibran. Sebanyak 13 ekor sapi akan didistribusikan ke berbagai kecamatan yang berada dalam wilayah IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, juga turut berkontribusi sebagai shohibul kurban dengan memberikan satu ekor sapi.
"Mudah-mudahan ini menjadi ibadah bagi kita semua. Semua kurban ini dari warga untuk warga," ungkap Basuki dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (28/5/2026). Dengan pelaksanaan kurban tahun ini, diperkirakan akan disalurkan sebanyak 4.895 paket daging kurban kepada masyarakat di sembilan desa dan kelurahan di sekitar IKN.
Selain itu, sebanyak 1.090 paket daging juga akan diserahkan kepada para pekerja di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), termasuk petugas kebersihan, keamanan, resepsionis, serta pekerja konstruksi dan non-konstruksi. Sisa paket daging kurban akan didistribusikan kepada para shohibul kurban sapi dan kambing, panitia kurban, serta pekerja pendukung yang bertugas di Masjid Negara IKN, Basilika Nusantara, Balai Kota Nusantara, RSUP Nusantara, dan kompleks perkantoran Bank Indonesia.
Investasi di IKN Tembus Rp 72,3 triliun
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sebelumnya melaporkan bahwa total nilai investasi yang telah masuk ke IKN mencapai Rp 72,39 triliun. Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyatakan bahwa pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan di Nusantara terus berlanjut seiring dengan berkembangnya ekosistem perkotaan.
"Total angka estimasi investasi sebesar Rp 72,39 Triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan," ujarnya pada Selasa (19/5/2035).
Saat ini, total estimasi investasi di IKN terdiri dari investasi swasta murni senilai Rp 60,29 triliun dan fasilitas publik serta penugasan Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp 12,10 triliun. Secara keseluruhan, telah ada 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan 65 pelaku usaha dalam investasi swasta murni, serta 15 penugasan kepada K/L.
Dari total 75 PKS tersebut, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing yang terdiri dari 8 perusahaan dari 6 negara, yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura, sedangkan 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha lokal.
Pertumbuhan Aktivitas Ekonomi Meningkat
Di sisi lain, OIKN mengungkapkan bahwa pertumbuhan aktivitas ekonomi mulai terlihat di kawasan Nusantara, termasuk dalam sektor makanan, minuman, dan usaha yang mendukung kebutuhan masyarakat lainnya. Menanggapi hal ini, Troy menekankan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal positif, menunjukkan bahwa para investor mulai melihat IKN sebagai pasar yang potensial di masa depan.
“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tuturnya.