PPP senang RUU Pesantren dan Pendidikan Agama banyak dikritik
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, kini menjadi polemik. Partai Persatuan Pembangunan, sebagai salah satu partai yang menginisiasi RUU tersebut tak mempermasalahkan hal tersebut.
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan, kini menjadi polemik. Partai Persatuan Pembangunan, sebagai salah satu partai yang menginisiasi RUU tersebut tak mempermasalahkan hal tersebut.
Wasekjen DPP PPP Abdullah Mansur mengatakan, semakin dikritik semakin senang dan baik. Karena akan memberikan masukan yang bagus untuk keberadaan RUU tersebut.
"Jujur saya senang RUU ini semakin banyak didiskusikan, semakin banyak dikritik. Karena ini akan banyak masukan," ucap Mansur dalam diskusi dengan tema Sekolah Minggu di RUU Pesantren dan Pendidikan Agama, di DPP PSI, Jakarta, Selasa (30/10/2018).
Dia menegaskan, nantinya, bisa saja di bahas di DPR. Namun, bentuknya apa Pansus atau di Komisi VIII, itu masih belum diketahui.
"Apakah berupa pansus atau dibahas di Komisi VIII, tapi arahnya di Komisi VIII, dibahas tingkat I ini biasanya, kasarnya bisa diobrak-abrik, bisa diubah pasal per pasal," jelas Mansur.
Dia berharap, DPR nantinya bisa menemukan konsep ideal. Agar bisa menampung kepentingan umat beragama secara keseluruhan.
"Mudah-mudahan DPR menemukan konsep ideal, bisa meramu, bisa menampung aspirasi umat keagamaan yang ada di Indonesia," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Diskusi membahas RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan
KWI bakal serahkan daftar masalah di RUU Pesantren ke Jokowi
PGI sebut sekolah minggu peribadatan, tidak tepat dimasukkan dalam RUU Pesantren
Jokowi akan kaji RUU Pesantren supaya tak jadi polemik
DPR buka peluang revisi pasal di RUU Pesantren usai penolakan PGI