LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PPATK: Dana teroris dari Timur Tengah, beli senjata di Filipina

"Dia menerima aliran dana dari Timur Tengah dari beberapa yayasan," kata Yusuf.

2016-02-01 13:08:44
Terorisme
Advertisement

Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengendus adanya aliran dana yang masuk dari luar negeri untuk mendanai aksi terorisme di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Dana itu diduga kuat datang dari Timur Tengah dan masuk ke Indonesia melalui Filipina.

Kepala PPATK, M Yusuf mengatakan, pihaknya tak mengetahui secara rinci berapa jumlah dana yang masuk untuk mendanai aksi terorisme di kawasan Sarinah.

"Saya tidak tahu. Memang kita menemukan bahwa ada seseorang ditangkap polisi setelah kejadian itu inisialnya A, dia menerima aliran dana dari Timur Tengah dari beberapa yayasan kemudian kirim ke Filipina beli senjata," kata Yusuf usai rapat di Kemenko Polhukam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (1/2).

Terkait senjata api yang digunakan pelaku, M Yusuf mengatakan, jika barang itu masuk melalui jalur tikus sehingga tak terendus oleh Bea Cukai.

"Poinnya begini. Senjata itu masuk tidak dengan sendiri. Kenapa bisa masuk mungkin banyak jalan tikus, sehingga Bea Cukai tidak tahu," jelas dia.

"Sehingga perlu pemikiran perlu diberi kewenangan Polri untuk menyidik kasus penyelundupan yang tidak ada beacukainya. Karena kita banyak jalan tikus ini," sambung dia.

Ketika ditanya apakah dana itu juga bersumber dari narkotika, dia menjelaskan, jika ada sumber dana yakni aksi patungan para anggota, sumbang dan aksi ilegal.

"Kalau pendanaan teroris ada tiga, pertama, urunan (patungan) antar anggota, kedua dari infak-infak, yang ketiga dengan halalkan segala cara jadi urunan dia legal," tutup dia.

Baca juga:
Ada info, pelaku teror bom Sarinah sempat telepon orang di Malaysia
Orangtua pelaku teror Thamrin meminta maaf kepada seluruh rakyat
Menkum HAM duga Bahrun dan Aman komunikasi lewat tamu Nusakambangan
Luhut: Polisi selidiki komunikasi Aman Abdurrahman dan Bahrun Naim
Saat ada teroris, Ponpes disorot lalu bagaimana dengan korupsi?
Pemakaman jenazah Dian Juni Kurniadi dikawal personel polisi

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.