PPATK: Ada aliran dana dari Australia ke kelompok teroris Indonesia
"Saya enggak bisa sebutkan secara detail, tapi paling tidak PPATK sudah sampaikan kepada Densus 88," kata Agus Santoso.
Wakil ketua PPATK, Agus Santoso mengatakan, saat ini ada aliran dana untuk kegiatan kelompok teroris di Indonesia dari Australia. Oleh sebab itu, PPATK Indonesia akan bekerjasama dengan PPATK Australia untuk menyelidiki aliran dana tersebut.
"Kita temukan ada dukungan pembiayaan dari pihak Australia kepada jaringan di Indonesia. Saya enggak bisa sebutkan secara detail, tapi paling tidak PPATK sudah sampaikan kepada Densus 88," kata Agus Santoso di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3).
Menurut dia, dukungan aliran dana tersebut tidak mencapai angka jutaan dolar. Aliran dana itu diduga untuk kegiatan teroris membuat peralatan bom dan buku.
"Kami mau ada kerjasama bareng meningkatkan Awareness terkait ISIS dan perkembangan teroris di kawasan. Kami akan undang PPATK dari Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura dan Australia," ujarnya.
Dia mengatakan, aliran dana terbesar masuk dalam jaringan teroris lokal Indonesia. Dana jaringan tersebut digunakan untuk bisnis obat herbal dan percetakan buku.
"Kalau perkembangan Indonesia yang lokal ada yang cukup besar, mencapai Rp 7 miliar. Jaringannya sudah masuk ke bisnis. Yang bahaya itu kami tengarai masuk ke usaha kimia," tutupnya.
Baca juga:
Hendropriyono sebut pemerintah lelet soal UU tanggulangi ISIS
4 WN Turki yang tertangkap di Poso disidang di PN Jakarta Utara
Tolak ISIS, pemuda Islam di Solo bagikan mawar hitam
Azyumardi Azra: Indonesia bukan lahan subur bagi ISIS
Ulama Yordania: Ideologi ISIS tidak mengancam Indonesia
Wapres JK bicara dalam konferensi bahaya ancaman ISIS
Din Syamsuddin sebut video ISIS anak Indonesia merupakan propaganda