Potret Serukan Dukungan Musik Indonesia di Java Jazz 2026, Ajak Penonton Nostalgia dengan Lagu Hit
Grup musik legendaris Potret sukses menghentak panggung Java Jazz 2026 dengan deretan lagu hit, sekaligus menyuarakan pentingnya dukungan musik Indonesia dari para penikmat musik.
Grup musik legendaris Potret berhasil memukau ribuan penonton dalam gelaran Java Jazz Festival 2026. Penampilan mereka berlangsung meriah di Nice PIK 2, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (30/5) lalu. Band ini tidak hanya membangkitkan nostalgia, tetapi juga menyampaikan pesan penting kepada para penggemar musik.
Vokalis Potret, Melly Goeslaw, mengungkapkan rasa senangnya dapat kembali tampil di festival musik tahunan ini. Acara tersebut memang selalu menjadi favorit masyarakat Jakarta dan seluruh Indonesia. Kehadiran Potret menjadi magnet utama bagi para pencinta musik lintas generasi.
Selain menghibur dengan deretan lagu hit, Potret juga menyerukan pentingnya dukungan bagi musik Indonesia. Mereka mengajak penonton untuk memberikan apresiasi yang setara kepada musisi lokal. Pesan ini disampaikan di tengah euforia penampilan yang penuh energi dan kehangatan.
Nostalgia dan Energi Panggung Potret di Java Jazz
Potret membuka penampilan mereka dengan lagu “Ingin Dicium” yang langsung disambut antusiasme tinggi dari penonton. Grup ini kemudian melanjutkan dengan membawakan lagu-lagu populer lainnya seperti “Tentang Seseorang” dan “Bimbang”. Suasana semakin memanas ketika “Ku Bahagia” menggema, mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama hingga sebagian besar penonton ikut menyanyikan lirik lagu secara serempak.
Melly Goeslaw juga mencairkan suasana dengan candaan mengenai usianya. “Umur saya udah 52 tahun, iya. Jadi kalau nyanyi lagu cepat, habis itu mesti ada cooling down-nya,” kata dia yang disambut tawa penonton. Setelah itu, Potret membawakan lagu “Mungkin” dan “Bunda” yang kembali mengundang penonton untuk bernyanyi bersama. Nuansa nostalgia semakin kental terasa saat grup ini menghadirkan aransemen jazz untuk lagu “Gantung”, dilanjutkan dengan “Mak Comblang”.
Seruan Apresiasi untuk Dukungan Musik Indonesia
Di tengah penampilannya yang memukau, Melly Goeslaw secara tegas mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan yang sama kepada musisi Indonesia. Ia menekankan bahwa musisi lokal layak mendapatkan apresiasi setara dengan musisi internasional. “Indonesia yang hadir di venue yang sejauh apa pun, harus kita apresiasi dan harus kita tonton, karena ini adalah juga aset bangsa kita,” ujar Melly.
Melly menjelaskan bahwa masyarakat tetap dapat menikmati karya musisi mancanegara tanpa melupakan dukungan terhadap karya anak bangsa. Ia mencontohkan dirinya yang juga mencintai musik luar, bahkan menonton Laufey. Namun, ia berharap porsi apresiasi terhadap musik Indonesia bisa setara. “Tapi maksud saya, kalau musik luar itu jauh ke ujung dunia pun dikejar, musik Indonesia pun harus begitu porsinya,” tambahnya.
Perjalanan Tiga Dekade Potret dan Karya Abadi
Kekompakan penonton terlihat jelas ketika Potret membawakan “Bagaikan Langit”. Melly mengajak penonton mengangkat tangan sambil bernyanyi bersama, diikuti koor massal dari berbagai penjuru area panggung. Penonton kembali bernyanyi bersama saat Potret membawakan lagu “Salah”, salah satu karya yang sangat populer pada era 1990-an. Penampilan Potret ditutup dengan meriah melalui lagu “I Just Wanna Say I Love You”, meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar.
Potret merupakan grup musik yang dibentuk pada tahun 1995 oleh Melly Goeslaw, Anto Hoed, dan Arie Ayunir. Grup ini dikenal melalui perpaduan unik unsur pop, jazz, swing, dan teater musikal yang menjadi ciri khas mereka. Selama lebih dari tiga dekade berkarya, Potret telah menghasilkan sejumlah lagu populer yang menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia, seperti “Mak Comblang”, “Salah”, “Bunda”, “Bagaikan Langit”, dan “I Just Wanna Say I Love You”. Karya-karya mereka terus relevan dan diapresiasi hingga kini.
Sumber: AntaraNews