Positivity Rate di Sumsel 37,66 Persen, Sampel Sempat Menumpuk di BBLK Palembang
Positivity rate atau perbandingan kasus positif Covid-19 dengan jumlah orang yang menjalani tes di Sumatera Selatan mencapai 37,66 persen. Angka ini jauh di atas standar WHO yang hanya 5 persen.
Positivity rate atau perbandingan kasus positif Covid-19 dengan jumlah orang yang menjalani tes di Sumatera Selatan mencapai 37,66 persen. Angka ini jauh di atas standar WHO yang hanya 5 persen.
Tingginya positivity rate ini sempat menyebabkan penumpukan sampel PCR di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. Karena setiap temuan positif akan diikuti sampel baru dari hasil tracing.
"Jumlah sampel yang masuk tinggi melebihi kapasitas pemeriksaan. Itu terjadi karena positivity rate yang meningkat," ungkap Kepala Bidang Pelayanan BBLK Palembang Lisa Dewi, Rabu (14/7).
Dia menjelaskan, satu daerah di Sumsel bisa mengirim 450 sampel PCR per hari. Total sekitar 3.000 sampel diterima BBLK Palembang per hari. Sementara mereka hanya mampu maksimal memeriksa 1.000 sampel.
"Sampel hasil tracing dari satu kasus bisa sebanyak 30 orang, otomatis jumlah sampel yang diterima melebihi kapasitas," ujarnya.
Sampel yang masuk perlahan berkurang karena berangsur diperiksa. Peningkatan kasus positif pada dua hari terakhir merupakan hasil pemeriksaan itu.
"Tidak ada lagi penumpukan sampel PCR, stok reagen juga tidak ada masalah," kata dia.
Sementara itu, ahli mikrobiologi dari Universitas Sriwijaya Palembang Prof Yuwono mengatakan, peningkatan kasus positif di Sumsel disebabkan karena adanya virus corona varian delta. Kenaikan diprediksi sekitar 300-400 kasus per hari.
"Intinya memang varian ini terutamanya delta terbukti menyebar dengan sangat cepat," kata dia.
Dia memaparkan, varian baru itu dibawa orang dari luar negeri. Sementara virus asli Indonesia sendiri sudah ada,namun penyebarannya tidak semasif dan berdampak seperti penularan delta.
"Seperti ditemukan di Sumatera Utara dari awak kapal, ternyata terpapar virus delta. Maka dari itu dari awal mestinya diperketat pintu-pintu masuk Indonesia," pungkasnya.
Baca juga:
DPR Ingatkan Jokowi Pastikan Kesiapan Faskes jika PPKM Darurat Diperpanjang
Singapura Kembali Kirim Bantuan Gas Oksigen untuk Indonesia
BOR Isolasi di 140 Rumah Sakit Rujukan di Jakarta Sudah Menyentuh 92 Persen
270 Tenaga Kesehatan di Surabaya Positif Covid-19
Epidemiolog Sindir Luhut Sebut Penanganan Pandemi Terkendali: Dia Sudah Sangat Panik
Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, 6 Daerah di Sumsel Berstatus Zona Merah