Posisi Sekjen Masih Lowong, Ketua KPK Duga karena Jumlah Gaji
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebut pihaknya masih membuka lowongan untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK. Hingga kini, posisi tersebut masih kosong sejak ditinggal Raden Bimo Gunung Abdul Kadir pada April 2018 lalu.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyebut pihaknya masih membuka lowongan untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK. Hingga kini, posisi tersebut masih kosong sejak ditinggal Raden Bimo Gunung Abdul Kadir pada April 2018 lalu.
"(Posisi) Sekjen itu kita sudah melakukan tes dua kali. Kemudian mengalami kegagalan," ujar Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/3/2019).
Agus menduga jabatan Sekjen KPK tak terlalu diminati banyak orang. Salah satu alasannya lantaran gaji Sekjen KPK tak sebanding dengan gaji Sekjen di instansi lain di Tanah Air.
"Saya enggak tahu apa memang menjadi sekjen berat. Terus single salary, enggak boleh terima honor dari manapun. Dan kalau dibanding dengan anu (penegak hukum lain) kan enggak seberapa besar gajinya. Sehingga peminatnya juga kurang banyak," kata Agus.
Meski begitu, KPK tetap membuka seleksi Sekjen gelombang ketiga. KPK pun mempersilakan pegawainya dari jajaran eselon I dan eselon II yang berminat untuk menduduki jabatan tersebut untuk ikut seleksi. Diharapkan dalam seleksi jabatan kali ini lembaga antirasuah akan memiliki Sekjen baru.
"Mudah-mudahan nanti nemu sekjennya, karena sudah lama kosong," kata Agus.
Perlu diketahui, tugas Sekjen KPK yaitu menyiapkan kebijakan dan pelaksanaan kebijakan administrasi, sumber daya, pelayanan umum, keamanan dan kenyamanan, hubungan masyarakat, dan pembelaan hukum kepada segenap unit organisasi KPK.
Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Baru 57 Anggota DPRD DKI Serahkan LHKPN ke KPK
Pupuk Indonesia: OTT KPK Terkait Jasa Angkut Amoniak, Bukan Distribusi Pupuk
KPK Bantah Ada Cap Jempol di Amplop Serangan Fajar Bowo Sidik
Dalami Kasus Suap ke Romahurmuziy, KPK Periksa 2 Tersangka
Misteri Wanita di Apartemen Bowo Sidik Pangarso saat Penggerebekan KPK
Pupuk Indonesia Tegaskan Pegawai Terjerat OTT KPK Bukan Direksi