Pos pantau air di Depok kebanjiran telepon warga
Dan untuk siang ini, Ardi sudah menerima telepon dari warga lebih dari 30 penelpon.
Warga di bantaran Kali Ciliwung diminta waspada. Sebab, air di aliran kali terus meninggi dan bertambah sewaktu-waktu. Di pos pantau Jembatan Panus Depok, air terpantau mencapai 130 sentimeter atau normal.
"Semalam siaga dua dengan ketinggian 330 sentimeter. Airnya sudah sampai Jakarta. Kalau sekarang di sini sudah normal," kata petugas pos pantau Ciliwung jembatan Panus Depok, Ardi Suhardi, Senin (16/11).
Menurut Ardi, sejak beberapa hari lalu dirinya terus ditelepon warga untuk menanyakan ketinggian air. Rata-rata yang menelepon adalah warga Kampung Melayu, Kampung Pulo, Bukit Duri.
"Ya warga yang berada di dekat aliran kali. Tiap lima menit ada saja yang telepon untuk nanya," katanya.
Dari catatan yang ada, sejak Jumat (13/11) air sudah terpantau tinggi. Pada Minggu (15/11) malam ketinggian air bertambah setiap lima menit. "Sekitar 10-20 sentimeter naiknya," ucapnya.
Dan untuk siang ini, Ardi sudah menerima telepon dari warga lebih dari 30 penelpon. Dia memaklumi karena warga Jakarta resah dengan ketinggian air yang bisa menyebabkan banjir. Warga yang ingin mengetahui ketinggian air di pos pantau Jembatan Panus bisa menelepon di nomor 021 7701484.
Baca juga:
Sedimentasi parah, Waduk Gajah Mungkur Wonogiri pemicu banjir
Sedimentasi parah, Waduk Gajah Mungkur Wonogiri pemicu banjir
Akibat banjir kiriman, kegiatan belajar sekolah di Bukit Duri lumpuh
Banjir setinggi 1,5 meter rendam 19 RT di Bukit Duri
Banjir setinggi 1,5 meter rendam 19 RT di Bukit Duri
125 Desa di Kendal terdeteksi rawan bencana