Pordasi NTB Siapkan Joki Cilik Jadi Atlet Berkuda Memanah untuk PON 2028
Pordasi NTB periode 2026-2030 siapkan joki cilik jadi atlet berkuda memanah untuk PON 2028. Manfaatkan potensi lokal, Pordasi NTB bertekad raih prestasi dan kembangkan industri olahraga kuda.
Pengurus Provinsi Pordasi Berkuda Memanah Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030 telah resmi dilantik. Acara pelantikan berlangsung di Mataram pada Sabtu (20/6). Ketua Pordasi NTB yang baru, Syamsuddin Magenda, berkomitmen menyusun langkah strategis. Prioritasnya adalah menata organisasi dan memperkuat pembinaan atlet berkuda memanah di seluruh daerah.
Salah satu fokus utama kepengurusan baru ini adalah menyiapkan joki cilik berpotensi. Mereka akan diproyeksikan menjadi atlet berkuda memanah andalan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan tradisi pacuan kuda di NTB. Ini juga bertujuan mengembangkan industri olahraga berbasis kuda lokal.
Dengan memanfaatkan keterampilan dasar berkuda joki cilik, Pordasi NTB berambisi besar. Daerah ini diharapkan menjadi pusat pengembangan dan perdagangan kuda olahraga berkualitas. Ini merupakan upaya konkret menuju prestasi nasional dan penguatan ekonomi lokal.
Optimalisasi Potensi Joki Cilik dan Kuda Lokal
Syamsuddin Magenda menyoroti potensi besar NTB dalam mengembangkan industri olahraga berbasis kuda lokal. Ia berharap NTB bisa menjadi "sport industry" terkemuka. Daerah ini diharapkan menjadi tujuan utama pembelian kuda olahraga berkualitas. Hal ini didukung oleh ketersediaan sumber daya kuda lokal yang melimpah.
Selain pengembangan kuda, Pordasi NTB juga fokus pada pembinaan sumber daya manusia. Terutama mantan joki cilik yang tumbuh dalam tradisi pacuan kuda. Kemampuan berkuda mereka dianggap modal dasar sangat kuat untuk dikembangkan lebih lanjut.
Syamsuddin menjelaskan bahwa joki cilik sangat terampil menunggang kuda. Mereka bahkan bisa melakukan gerakan akrobatik di atas kuda. Dengan membekali kemampuan memanah, potensi mereka akan jauh lebih besar. Ini membuka jalur pembinaan baru bagi mereka.
Strategi Pembinaan dan Regenerasi Atlet
Strategi pembinaan ini diharapkan menciptakan regenerasi atlet berkuda memanah NTB berkelanjutan. Pordasi NTB akan melakukan pendataan atlet potensial secara menyeluruh. Ini untuk mengejar prestasi di ajang olahraga nasional mendatang.
Pendataan tidak terbatas pada atlet di NTB saja. Ini juga mencakup atlet asal NTB yang kini berdomisili di luar daerah. Salah satu target adalah putra-putri NTB di Pondok Pesantren Temboro, Jawa Timur. Di sana, berkuda memanah menjadi salah satu olahraga wajib.
Pihaknya juga akan menelusuri atlet-atlet asal NTB yang berprestasi nasional maupun internasional. Mereka akan diajak bersama membangun dan meningkatkan prestasi berkuda memanah NTB. Ini demi mencapai kancah yang lebih tinggi.
Dukungan dan Harapan Pordasi NTB
Pelantikan pengurus Pordasi Berkuda Memanah NTB dihadiri tokoh penting olahraga nasional. Hadir Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pordasi Berkuda Memanah Triwatty Marciano. Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman juga turut hadir.
Kehadiran para pimpinan organisasi olahraga nasional ini menunjukkan dukungan penuh. Mereka mendukung program kerja Pordasi NTB. Ketua KONI NTB sekaligus Anggota DPR RI Mori Hanafi juga hadir. Kehadirannya menegaskan sinergi antar berbagai pihak.
Dengan dukungan ini, Pordasi NTB optimis dapat mewujudkan visinya. Mereka ingin menjadikan NTB pusat olahraga berkuda memanah berprestasi. Ini juga untuk berkontribusi signifikan terhadap industri olahraga nasional.
Sumber: AntaraNews