Polri selidiki WNI terlibat aksi bom mobil di Filipina Selatan
Polri selidiki WNI terlibat aksi bom mobil di Filipina Selatan. Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) maupun Kementerian Luar Negeri telah melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan Filipina guna menyelidiki kabar tersebut.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih menyelidiki kabar dugaan keterlibatan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam ledakan bom mobil di Desa Colonia, Provinsi Pulau Basilan, Filipina Selatan, Selasa (31/7) waktu setempat. Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) maupun Kementerian Luar Negeri telah melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan Filipina guna menyelidiki kabar tersebut.
"Iya, sedang dikoordinasikan. Pihak Polri dan BNPT sedang koordinasi dengan aparat Filipina," kata Wakapolri Komjen Syafruddin saat ditemui di PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (2/8).
Hanya saja jenderal bintang tiga itu belum menerima informasi terkait hasil koordinasi tersebut. "Saya belum dapat laporan, saya baru sampai dari Korut. Nanti saya cek," ucap Syafruddin.
Sebelumnya diberitakan, ledakan bom mobil di sebuah provinsi di selatan Filipina pada Selasa siang telah menewaskan 10 orang dari warga sipil, tentara, dan milisi.
Ledakan tersebut juga menghancurkan bagian barikade yang mengelilingi pos militer di Desa Colonia, Provinsi Pulau Basilan.
Dilansir dari beberapa media lokal Filipina, pengemudi yang tewas diduga WNI. Mobil tersebut diduga berisi bahan peledak. Hanya saja otoritas setempat belum mengungkap identitas pelaku lebih detil.
Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Terduga teroris ditangkap di Nunukan dibawa ke Mabes Polri
Presiden Duterte minta perpanjang darurat militer di Selatan Marawi
Filipina sebut pertempuran dengan militan ISIS di Marawi selesai
Menhan AS puji militer Filipina perangi militan tanpa langgar HAM
Menelusuri bekas markas pemimpin ISIS di Marawi
Mural perdamaian untuk Marawi
Militer Filipina bebaskan 5 ABK Vietnam ditawan Abu Sayyaf