LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polri: Sampai Saat Ini Belum Ada Kasus Vaksin Palsu

"Bila ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kegiatan ini (vaksinasi covid) dan melanggar hukum. Tentunya Polri akan mengambil langkah-langkah," imbaunya.

2021-03-05 13:17:56
vaksin covid-19
Advertisement

Kabar adanya vaksin palsu tengah menjadi perbincangan di dunia international. Menyusul keberhasilan Interpol membongkar peredaran vaksin palsu yang berasal di China dan Afrika Selatan.

Merespons kabar tersebut, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan sampai saat ini pihak Polri belum menemukan peredaran vaksin palsu di Indonesia.

"Yang jelas kalau bicara vaksin palsu ada pihak yang bertanggung jawab di situ, tentunya Polri akan memback-up terkait vaksin palsu itu. Tapi sampai saat ini di Indonesia belum ada kasus vaksin palsu itu," kata Rusdi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/3).

Advertisement

Selain itu, Rusdi juga memperingati kepada siapapun pihak yang mencoba melanggar hukum guna mengambil keuntungan pribadi pada pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

"Bila ada pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari kegiatan ini (vaksinasi covid) dan melanggar hukum. Tentunya Polri akan mengambil langkah-langkah," imbaunya.

Sebelumnya, Interpol menyampaikan, 400 botol kecil (vial) atau setara dengan sekitar 2.400 dosis vaksin berisi vaksin palsu ditemukan di sebuah gudang penyimpanan di Germiston luar kota Johannesburg, Afrika Selatan, di mana petugas juga menemukan masker palsu dan menangkap tiga warga negara China dan Zambia.

Advertisement

Di China, polisi berhasil mengidentifikasi sebuah jaringan perdagangan vaksin Covid-19 palsu dalam sebuah penyelidikan yang didukung Interpol, yang memiliki 194 negara anggota.

Mereka menggerebek gudang produksi, berhasil menangkap sekitar 80 tersangka dan menyita lebih dari 3,000 vaksin palsu di TKP.

Awal tahun ini Interpol menerbitkan "Orange Notice" memperingatkan pihak berwenang di seluruh dunia bersiap untuk menangani jaringan kejahatan yang menargetkan vaksin Covid-19 baik fisik dan online.

"Sementara kami menyambut hasil ini, ini hanyalah puncak gunung es dalam hal kejahatan terkait vaksin Covid-19," jelas sekretaris jenderal Interpol, Juergen Stock, dikutip dari The Guardian, Kamis (4/3).

Interpol mengatakan selain penangkapan di Afrika Selatan dan China, mereka juga menerima laporan tambahan tentang distribusi vaksin palsu dan upaya penipuan yang menargetkan badan kesehatan seperti panti jompo.

Interpol juga memperingatkan tidak ada vaksin yang disetujui tersedia untuk dijual secara online.

"Vaksin apa pun yang diiklankan di situs web atau web gelap tidak akan sah, tidak akan diuji dan mungkin berbahaya."

Pada Desember, Stock juga memperingatkan dalam sebuah wawancara dengan mingguan Jerman WirtschaftsWoche tentang peningkatan tajam kejahatan karena peluncuran vaksin, dengan pencurian dan pembobolan gudang serta serangan terhadap pengiriman vaksin.

Baca juga:
Survei: Kepercayaan Terhadap Vaksin Covid Meningkat, Kekhawatiran Efek Samping Turun
DPRD Ajukan Vaksinasi Keluarga, Wagub DKI Tegaskan Diprioritaskan untuk Orang Rentan
Hipmi: Vaksin Covid-19 dan Ekonomi Harus Berjalan Bersama
Satgas Covid-19: Mutasi Virus Hal Lazim Ditemui dalam Masa Pandemi
BPOM: Vaksin Covid-19 Harus Disimpan pada Suhu 2-8 Derajat Celsius

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.