Polri olah TKP, kerangka berkarat diduga jadi penyebab robohnya JPO
"Ya, itu (reklame) juga bisa. Kuatnya angin itu juga menyebabkan dorongan terhadap jembatan itu lebih besar. Tapi kalau kondisi jembatan masih bagus, itu bisa bertahan. Karena sudah enggak bagus, itu bisa seperti itu, patah."
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Identifikasi atau olah TKP digelar guna mencari penyebab ambruknya jembatan yang memakan 10 korban, dengan rincian 3 di antaranya tewas serta 7 lainnya luka-luka.
"Kita ambil barang bukti yang di TKP, itu produk korosi, antara lain cat. Nanti akan dilanjutkan pemeriksaan di Puslabfor menggunakan alat-alat di sana," ujar Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Mabes Polri, Ulung Kanjaya di lokasi ambruknya JPO Pasar Minggu, Minggu (25/9).
Menurut Ulung, runtuhnya jembatan yang membentang dari Stasiun hingga pasar tradisional Pasar Minggu itu diduga disebabkan oleh faktor alam, yakni kencangnya angin yang berhembus, serta kondisi kerangka jembatan yang sudah tidak memenuhi syarat.
"Dugaan sementaranya ya ada faktor luar, tapi ada karena kekuatan jembatan juga yang sudah tidak memenuhi syarat," tuturnya.
Timnya menemukan sejumlah titik di kerangka jembatan yang ternyata sudah berkarat. Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab kerangka jembatan menjadi kurang kuat. Selain itu, adanya reklame yang dipasang di jembatan juga menjadi faktor penunjang robohnya jembatan.
"Ya, itu (reklame) juga bisa. Kuatnya angin itu juga menyebabkan dorongan terhadap jembatan itu lebih besar. Tapi kalau kondisi jembatan masih bagus, itu bisa bertahan. Karena sudah enggak bagus, itu bisa seperti itu, patah," pungkasnya.
Baca juga:
Beragam pendapat masyarakat soal robohnya JPO di Pasar Minggu
2 Warga Depok korban JPO ambruk dimakamkan di TPU Srengseng Sawah
Sebagian puing bekas JPO Pasar Minggu yang roboh ditaruh di trotoar
JPO Pasar Minggu roboh, Anies minta DKI tak sembrono kelola fasum
Evakuasi JPO roboh di Pasar Minggu jadi tontonan warga