Polri Kirim Tim Medis hingga Anjing Pelacak Bantu Korban Gempa Turki
Arief meminta para personel yang dikirim agar segera mempelajari kondisi di Turki dan Suriah. Sebab, suhu di sana memasuki musim dingin dan memerlukan ketahanan fisik yang kuat.
Polri mengirimkan sejumlah personel dalam rangka membantu penanganan bencana gempa bumi yang terjadi di Turki dan Suriah. Pelepasan tim bantuan itu dilakukan langsung oleh Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto di Lapangan Baharkam Polri, Jakarta Selatan.
Arief menyampaikan, pengiriman bantuan itu sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Indonesia dalam melaksanakan tugas solidaritas internasional akan mengirimkan satuan tugas yang akan dikoordinasikan dengan BNPB dan Basarnas.
"Polri mengirimkan tiga unsur yakni tim medis, DVI dan tim K9. Dengan total personel sebanyak 26 orang," katanya di Jakarta, Kamis (9/2).
Arief meminta para personel yang dikirim agar segera mempelajari kondisi di Turki dan Suriah. Sebab, suhu di sana memasuki musim dingin dan memerlukan ketahanan fisik yang kuat.
"Ini adalah misi kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan ikhlas," jelasnya.
Termasuk juga kondisi medan pasca gempa yang terbilang sangat sulit, baik karena jarak tempuh yang lebih lama akibat sarana prasarana rusak hingga fasilitas porak poranda yang menghambat pergerakan.
"Kebutuhan bahan pangan susah disiapkan termasuk ransum yang siap pakai," ujarnya.
Sementara untuk tim K9 atau anjing pelacak diturunkan dalam rangka membantu pencarian korban yang masih ada di reruntuhan, disusul tim medis untuk membantu korban cedera.
"Untuk anjing pelacak sudah kami lengkapi baju penghangat dan bantalan hangat," beber Arief.
Dia menegaskan, pengiriman bantuan personel dari Polri merupakan bentuk respons cepat dan kepedulian kepolisian Indonesia dalam misi kemanusiaan untuk dunia.
"Pimpinan Polri sudah mempersiapkan semua perlengkapan kebutuhan rekan-rekan pada saat misi di sana. Jaga kondisi kesehatan, keselamatan karena situasi yang dihadapi adalah bencana pasca gempa," tutupnya.
Reporter: Nanda Perdana Putra/Liputan6.com
(mdk/fik)