Polri kirim Densus selidiki temuan paspor WNI di aksi teror Istanbul
Polri kirim Densus selidiki temuan paspor WNI di aksi teror Istanbul. Melalui pihak Interpol, Polri bersama dengan kepolisian Turki tengah menyelidiki temuan paspor tersebut. Sejumlah anggota Detasemen Khusus 88 antiteror pun sudah dikirim ke Turki untuk mendalami informasi itu.
Sejumlah paspor Indonesia ditemukan pihak polisi setempat di lokasi aksi teror bom saat perayaan malam tahun baru 2017 di kelab malam Istanbul, Turki. Namun, belum bisa dipastikan keaslian dari paspor Indonesia tersebut.
Kabag Mitra Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan, melalui pihak Interpol, Polri bersama dengan kepolisian Turki tengah menyelidiki temuan paspor tersebut. Sejumlah anggota Detasemen Khusus 88 antiteror pun sudah dikirim ke Turki untuk mendalami informasi itu.
"Penemuan papsor di teror Turki hari ini, kami sudah hubungi Densus 88 terkait kasus tersebut. Masih verifikasi karena masih foto-foto," kata Awi di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/1).
Dikatakan Awi, anggota Densus 88 itu nantinya akan menguji paspor tersebut. "Kami masih menunggu (hasilnya)," ujarnya.
Terkait dugaan adanya keterlibatan WNI dalam penyerangan di Istanbul, Awi meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan. Terlebih, di lokasi tidak ditemukan pemilik paspor tersebut.
"Karena hanya tersebar foto itu. Tidak diketemukan di TKP itu orangnya," ucapnya.
Di sisi lain, Awi mengungkapkan bila penyelidikan Interpol dan kepolisian Turki tidak melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Penyelidikan hanya dilakukan antara Polri dengan kepolisian setempat.
"Kordinasinya langsung Interpol, police to police bukan melalui Kemenlu," pungkas Awi.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri membenarkan laporan yang menyebutkan ditemukannya sejumlah paspor warga negara Indonesia dalam operasi penggerebekan yang dilakukan polisi Turki terkait serangan di sebuah kelab malam di Istanbul pada malam tahun baru lalu.
"Paspor WNI yang ditemukan belum ada data pasti, tapi data sementara sekitar 3 atau 4 (paspor WNI yang ditemukan). Mengenai identitas pemilik paspor belum diketahui, masih diselidiki," terang juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir kepada wartawan, Selasa (10/01).
Dikatakannya, informasi tentang adanya temuan paspor ini didapat oleh KBRI di Ankara pekan lalu, setelah pada Rabu (04/01), kepolisan Turki meggerebek sebuah apartemen di kota Ismir. Kepolisian telah menangkap sekitar 40 orang terduga anggota ISIS yang terlibat dalam serangan malam tahun baru itu.
Dalam penggerebekan itu, polisi Turki menyita sejumlah barang termasuk beberapa dokumen perjalanan seperti paspor dari berbagai negara, salah satunya Indonesia. Meskipun begitu, Arrmanatha menyebutkan, belum bisa memastikan keaslian dari dokumen-dokumen perjalanan itu.
"Tidak ada WNI yang ditangkap dalam penggerebekan itu. Saat ini otoritas keamanan Turki masih melakukan pemeriksaan terkait keaslian dokumen-dokumen perjalanan itu," terang dia.
Arrmanatha menambahkan, hingga kini otoritas Turki masih terus melakukan penyelidikan. Pemerintah Indonesia belum terlibat dalam investigasi kasus penembakan di kelab malam elit tersebut.
Baca juga:
Polri janji evaluasi pelayanan pasca kenaikan tarif STNK dan BPKB
Kasus kapal terbakar, eks Kepala KSOP Muara Angke segera diperiksa
Komisi III bakal panggil Bareskrim jika 'main mata' di kasus Bong
Polisi naikkan tarif surat kendaraan akibat harga bahan baku meroket
Polri mutasi sejumlah perwira tinggi dan menengah
DPR minta Polri sesuaikan layanan dengan kenaikan tarif STNK & BPKB
Ritual unik polisi rayakan Kapolda Jawa Timur pensiun