LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Politisi muda PDIP ajak lawan kriminalisasi pers dalam kasus Setnov

"Rezim Orde Baru waktu itu memberedel koran ayah saya Detik, Monitor dan Tempo," ujar putra Eros Djarot ini.

2015-12-16 00:49:39
Metro TV
Advertisement

Tindakan kuasa hukum Setya Novanto, Razman Arif Nasution, yang melaporkan Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan ke Bareskrim Polri, menuai banyak kecaman. Politikus muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Banyu Biru, mengajak masyarakat melawan kriminalisasi pers yang terjadi dalam pusaran kasus 'papa minta saham' ini.

"Lawan kriminalisasi pers seperti yang dialami Metro TV, dan media lainnya ke depan,” ujar Banyu, Selasa (16/12).

Banyu yang merupakan Ketua Umum Komunitas Banteng Muda (KBM), organisasi sayap PDIP ini, meminta para awak media untuk bersatu menghadapi ancaman kriminalisasi pers. Sebab, kriminalisasi pers adalah ancaman serius bagi demokrasi.

"(Kriminalisasi pers) Ibaratnya pembunuh berdarah dingin demokrasi," ujar dia.

Banyu menceritakan, kriminalisasi pers itu pernah dirasakannya pada era Orde Baru. “Saya pun punya pengalaman pribadi terkait kriminalisasi pers dan ikut merasakan pahitnya. Rezim Orde Baru waktu itu memberedel koran ayah saya Detik, Monitor dan Tempo," ujar putra Eros Djarot ini.

"Tahun 1994 kami turun ke jalan mendemo karena yang benar dibungkam, yang berkuasa menghantam,” imbuhnya.

Soal kasus 'papa minta saham' yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto ini, Banyu mengatakan, etika sangat dilecehkan.

"Etika hampir mati, moralitas sekarat, korupsi merajalela. Yang salah pantang mundur, yang benar malah dihajar. Ternyata perjuangan belum selesai. Dari papa minta saham hingga berbagai kasus lainnya,” ujar Banyu.

Oleh karena itu, bertepatan dengan HUT ke-1 KBM, Banyu Biru juga menyampaikan tiga seruan. "Pertama, benahi etika pimpinan DPR dengan cara yang konstitusional, cepat dan tidak mengganggu agenda-agenda penting DPR. Kedua, mari lawan mafia migas, kami yakin Presiden Jokowi lebih sakti dari Riza Chalid. Ketiga, lawan kriminalisasi pers," papar dia.

Banyu Biru mengatakan, dalam perayaan HUT ke-1 KMB di Jakarta, pihaknya mengundang veteran perang yang berusia 80-90 tahun. KBM menggelar upacara sederhana dengan minta restu meneruskan perjuangan kepada mereka serta memberikan apresiasi sumbangan karena tidak semua veteran ini hidup berkecukupan.

"Kami berterima kasih kepada para pahlawan yang sudah memerdekakan Indonesia, tapi dengan sangat menyesal saya harus laporkan bahwa kemerdekaan kita belum utuh, etika moralitas yang menjadi barometer Nation Character Building di negeri ini belum merdeka. Jadi kita masih harus perang melanjutkan perjuangan 45,” lanjut Banyu.

Baca juga:
Istana: Jangan kriminalisasi media, kecuali faktanya tidak ada
Metro TV dipolisikan Setnov, LBH Pers minta Polri dahulukan UU Pers
Setya Novanto laporkan Metro Tv ke Bareskrim
Kalah di uji coba, Arema tetap optimistis jelang delapan besar
Ical: Metro TV selalu negatif

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.