Politisi Demokrat diciduk KPK, Pasek minta SBY tak cuma 'prihatin'
Mantan loyalis Anas Urbaningrum ini merasa prihatin ada pejabat teras yang tercokok KPK.
Anggota DPD RI Gede Pasek Suardika berharap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertanggungjawab atas ditangkapnya anggota Komisi III DPR yang juga Wabendum Partai Demokrat I Putu Sudiartana oleh KPK. Mantan politikus Demokrat ini meminta SBY tak cuma bilang prihatin atas peristiwa itu.
"Ini tentu masalah serius bagi pembenahan partai ke depan. Tidak bisa DPP lepas tangan. Ketua umumnya tidak cukup hanya bilang prihatin tetapi membangun partai dengan pendekatan yang bukan pendekatan kinerja. Kasihan sahabat-sahabat saya yang kerja keras di daerah menjaga citra partai ternyata di DPP malah melesak kasusnya," kata Pasek saat dihubungi, Rabu (29/6).
Mantan loyalis Anas Urbaningrum ini merasa prihatin ada pejabat teras yang tercokok KPK. Apalagi Putu berada di komisi hukum dan HAM DPR yang bermitra dengan KPK.
"Tentu ini menjadi pukulan telak bagi partai saya dulu tersebut," tuturnya.
Pasek juga menjelaskan bahwa Putu berasal dari Dapil Bali yang menggantikan posisinya di DPR. Hal ini yang membuat perwakilan Bali di DPR berkurang.
"Bali kehilangan dua kursi semuanya dari Partai Demokrat. Sehingga dari 9 kursi praktis Bali diwakili oleh 7 kursi saja. Karena dua kursi terjerat kasus korupsi dan keduanya dari Partai Demokrat. Yang pertama Jero Wacik yang sekarang masih dalam proses banding dan Putu Liong yang kena OTT KPK," ujarnya.
Menurut Pasek, Partai Demokrat harusnya bertanggung jawab atas kehilangan hak masyarakat Bali atas wakil-wakilnya tersebut. Dia menilai hal ini merupakan kerugian besar bagi Bali sekaligus peristiwa aib bagi Bali.
"Semoga saja tidak berlanjut dan cukup sampai di sini saja hal-hal ini menimpa Partai Demokrat dan khususnya wakil rakyat dari Bali," pungkasnya.
Baca juga:
Setelah akrab bercengkrama dengan pimpinan KPK, Putu terkena OTT
Cokok Putu, Penyidik KPK sempat dihalang-halangi Pamdal Komplek DPR
Akom harap Putu anggota DPR yang terakhir diciduk KPK
Kader ditangkap KPK, Demokrat ibaratkan rayap di sebuah rumah
Penangkapan Putu sudah diketahui Komisi III DPR sejak semalam
Pejabat ditangkap KPK, Pemprov Sumbar berdalih & persulit jurnalis