Polisi Undang 26 Saksi Untuk Diperiksa Kasus Diplomat Kemlu yang Tewas, Dua Orang Belum Hadir
Ke-24 saksi dibagi dalam empat kelompok diantaranya keluarga, penghuni dan pemilik kos, rekan kerja di Kemlu, serta mereka yang mengenal korban secara pribadi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan setidaknya ada 24 orang saksi yang telah diperiksa selama penyelidikan kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP (39).
Hal itu diungkap Wira saat menyampaikan kesimpulan proses penyelidikan di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7). Dia mengatakan, penyidik sebenarnya mengundang 26 orang saksi. Namun, hanya 24 yang hadir.
"Jadi, kami dari tim Subdit Resmob PMJ telah melalukan klarifikasi terhadap 24 orang saksi yang sebenarnya kami mengundang 26. Namun masih ada 2 belum kesempatan hadir," ujar dia dalam konferensi pers, Selasa (29/7).
Dia menerangkan, ke-24 saksi dibagi dalam empat kelompok diantaranya keluarga, penghuni dan pemilik kos, rekan kerja di Kemlu, serta mereka yang mengenal korban secara pribadi. Selain pemeriksaan saksi, polisi juga menyita 103 barang bukti dari berbagai lokasi mulai dari kamar kos, kantor Kemlu, hingga dari pihak keluarga.
"Barang bukti kami bagi menjadi beberapa klaster. Pertama adalah klaster di mana penyidik mengamankan barang bukti tersebut di kantor korban, kemudian yang kedua kami penyelidik mengamankan barang bukti tersebut di tempat kos korban, kemudian yang berikutnya penyelidik mengamankan barang bukti dari keluarga korban maupun dari saksi yang lain," ujar dia.
Barang bukti itu sebagian ditampilkan ke publik, dimasukkan dalam plastik klip bening, disusun rapi di atas meja panjang beralas kain putih. Tak hanya hanya gulungan lakban dan laptop.
Ada juga barang pribadi korban, seperti bungkus kondom dan pelumas merek VIVO. Tampak juga potongan lakban, kantong plastik, kartu akses kamar 105, flashdisk, pakaian korban, dan satu koper merah.
Ada pula, sisa-sisa sampah makanan seperti bungkus kopi, snack, hingga plastik kresek bekas buang sampah.
Tak hanya itu, nampak juga peralatan mandi seperti sabun, sampo, dan facial wash hingga satu gelas kaca dan handphone milik korban.