LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi: Pengakuan Korban Tidak Ada Penganiayaan Alat Vital

Mencuat dugaan, pengeroyokan yang dilakukan siswi SMA di Pontianak dan terjadi akhir Maret 2019 lalu itu, dipicu masalah asmara korban, dengan seorang cowok.

2019-04-09 17:02:41
penganiayaan
Advertisement

Polisi masih berupaya mendalami motif sebenarnya pengeroyokan terhadap ABZ (15), seorang siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. Bahwa motifnya terkait masalah asmara, masih sebatas dugaan. Pun demikian, polisi memastikan tidak ada penganiayaan alat vital korban.

Mencuat dugaan, pengeroyokan yang dilakukan siswi SMA di Pontianak dan terjadi akhir Maret 2019 lalu itu, dipicu masalah asmara korban, dengan seorang cowok.

"Motifnya belum bisa kita tahu. Karena korban ini masih dirawat di rumah sakit. Yang ada itu, baru dugaan-dugaan ya," kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Husni Ramli, kepada merdeka.com, Selasa (9/4).

Advertisement

Polisi juga menepis kabar, di tengah aksi pengeroyokan, para pelaku juga menganiaya alat vital korban. "Kalau keterangan korban, saat interogasi awal di Polsek (Pontianak) Selatan, itu tidak ada," ujar Husni.

"Kami pastikan, sementara ini, dari keterangan awal korban, itu (penganiayaan alat vital korban oleh pelaku pengeroyokan) tidak ada," tambah Husni.

Selain itu, Husni juga meluruskan kabar yang beredar di media sosial, korban dikeroyok 12 siswi SMA. "Di Medsos, 12 pelaku itu tidak ada. Dalam keterangan korban, cuma 3 orang. Tapi, kita pasti akan meminta keterangan tambahan korban, kita tunggu kondisinya membaik," terang Husni.

Advertisement

Masih dijelaskan Husni, kepolisian sendiri, dalam hal ini tim unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polresta Pontianak, belum mengetahui pasti penyakit diderita korban. "Kita tidak tahu korban sakitnya apa," ungkap Husni.

"Karena, korban membuat aduan di Polsek Selatan, 7 hari setelah kejadian. Kemudian dirawat, setelah dari Polsek. Jadi, seminggu setelah kejadian, korban baru dirawat. Maka dari itu, kita minta rekam medis untuk penyelidikan. Sakit apa sih korban ini," tutup Husni.

Baca juga:
Kronologi Siswi SMP di Pontianak Dikeroyok 12 Pelajar SMA
Siswi SMP di Pontianak Dikeroyok 12 Siswi SMA
Saling Ejek di Facebook, Siswa SMA di Lebak Dikeroyok Temannya
Pulang Kampanye, Massa Kejar Warga yang Memfoto dan Keroyok TNI
Pelaku Pengeroyokan Pekerja Berkaos Jokowi Diduga Berasal dari DIY

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.