Polisi Selidiki Motif Dugaan Penculikan Anak Balita di Makassar, Ayah Korban Curiga TPPO
Polrestabes Makassar intensif selidiki motif dugaan penculikan anak balita Bilqis di Taman Pakui Sayang. Ayah korban curiga anaknya jadi korban TPPO.
Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam. Penyelidikan ini terkait motif dugaan penculikan anak yang menimpa seorang balita bernama Bilqis.
Bilqis, balita berusia empat tahun, diduga diculik oleh seseorang pada Minggu, 2 November 2025. Aksi tersebut terekam jelas melalui kamera pengawas atau CCTV di area Taman Pakui Sayang, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kasus ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Mereka berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kebenaran di balik insiden yang meresahkan masyarakat tersebut.
Penyelidikan Polisi dan Fokus Kasus
Penyidik Polrestabes Makassar saat ini masih bekerja keras mengumpulkan bukti serta melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait. Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan motif di balik kejadian ini.
"Saat ini penyidik kami masih bekerja keras mengumpulkan bukti serta melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang terkait. Kami belum bisa pastikan apakah ini adalah kasus penculikan ataupun perdagangan anak," ujar AKP Wahiduddin kepada wartawan pada Kamis.
Penyidik terus melakukan pengembangan kasus dan fokus pada penanganannya. Meskipun demikian, pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi apakah ini murni praktik penculikan atau dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Mengenai kabar yang tersebar di media sosial tentang penangkapan pasangan suami istri terduga pelaku, AKP Wahiduddin menegaskan bahwa informasi tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya. "Informasi terkait penangkapan pelaku sampai saat ini masih belum bisa kami pastikan. Kami saat ini masih fokus penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut," tambahnya.
Kronologi dan Harapan Keluarga Korban
Dugaan penculikan Bilqis terekam jelas oleh CCTV di lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang perempuan berambut panjang membawa korban bersama dua anak lainnya. Bilqis, yang saat itu mengenakan baju merah jambu dan topi putih, digandeng dan dibawa oleh terduga pelaku.
Insiden ini terjadi saat ayah korban, Dwi Nur Mas (Dimas), diduga lengah karena sedang berolahraga. Dimas berolahraga di Lapangan Taman Pakui, Kawasan Kantor Dinas Prasarana Umum, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, pada Minggu sore.
Dimas mengaku mendapatkan kabar dari media sosial bahwa pelaku sudah ditangkap polisi, namun anaknya belum ditemukan. Ia menaruh curiga dan menduga anaknya menjadi korban sindikat TPPO. "Kami dapat kabar katanya pelaku sudah ditangkap, suaminya dulu baru dia. Kami berharap polisi bisa segera mengungkapnya dan anak kami kembali dengan selamat," tutur Dimas penuh harap.
Penanganan Anak-anak Terkait dan Perlindungan
Secara terpisah, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3) Kota Makassar, Isnaniah Nurdin, memberikan informasi terkait dua anak yang diduga merupakan anak dari pelaku. Kedua anak tersebut kini telah berada di rumah aman milik UPTD PPA Makassar.
"Kedua anak ini sudah kita tempatkan di rumah aman. Tapi kita perlu memenuhi hak-hak mereka karena masih anak-anak agar tidak menjadi korban dari perilaku orang tuanya yang melanggar hukum," tegas Isnaniah Nurdin.
Penanganan terhadap anak-anak ini dilakukan untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi. Hal ini juga mencegah mereka menjadi korban lebih lanjut dari situasi hukum yang melibatkan orang tua mereka.
Sumber: AntaraNews