Polisi sebut ada aktor intelektual dibalik buku 'Jokowi Undercover'
Polisi sebut ada aktor intelektual dibalik buku 'Jokowi Undercover'. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menegaskan kasus ini tidak akan berhenti di Bambang. Sampai saat ini, penyidik masih terus mendalami pihak lain yang ikut terlibat salah satunya penyokong dana pembuatan buku.
Bambang Tri Mulyono penulis buku 'Jokowi Undercover' ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Bambang ditetapkan sebagai tersangka karena isi buku dianggap rasis dan menyebar informasi bohong.
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menegaskan kasus ini tidak akan berhenti di Bambang. Sampai saat ini, penyidik masih terus mendalami pihak lain yang ikut terlibat salah satunya penyokong dana pembuatan buku.
"Belum ada bukti tentu proses yang berjalan belum selesai jadi dilakukan upaya jauh melihat keterkaitan BTM pada alat bukti yang ada," kata Boy di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/1).
Tak hanya itu, mantan Kapolda Banten ini menuturkan bila penyidik masih terus mencari aktor intelektual dalam pembuatan buku tersebut. Disinyalir, ada keterlibatan pihak lain dalam penggarapan buku Jokowi Undercover.
"Hari ini belum bisa disampaikan ada atau tidak tapi penyidikan lagi berjalan tidak berhenti pada BTM tapi lebih jauh apakah ada pihak yang bantu, ngajak atau order buku yang isinya sulit dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Oleh karenanya, ditegaskan jenderal bintang dua ini penyidik bakal menggali informasi dari tersangka, saksi atau bukti-bukti yang ada untuk membuat kesimpulan adanya aktor lain yang ikut terlibat.
"Tapi melihat sejauh mana pihak pengaruhi dari cara pikir BTM merampungkan buku," pungkas Boy.
Baca juga:
Polisi ancam jerat UU ITE penyebar & penjual 'Jokowi Undercover'
Kapolri sebut bakal ada tersangka baru kasus buku Jokowi Undercover
Alasan Polri jerat penulis Jokowi Undercover dengan pasal rasis
Ditarik Polri, buku Jokowi Undercover masih bisa diakses di Internet
Keluarga penulis 'Jokowi Undercover' sebut ada kejanggalan pasal