Polisi masih dalami peran empat pelaku teror bom di Thamrin
Polisi berjani bakal mengungkap kasus pengeboman itu secepatnya.
Polisi masih mendalami peran dari empat terduga pelaku teror granat rakitan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Suharsono meminta semua pihak untuk bersabar dan memberi waktu kepada polisi untuk bekerja mengenai peran para terduga teroris tersebut.
"Kepada semua pihak supaya memberi pengertian kepada polisi untuk pendalaman," kata Suharsono di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/1).
Polisi berjani bakal mengungkap kasus pengeboman itu secepatnya. Suharsono memastikan, semua hal menyangkut aksi teror bom di Sarinah diungkap secara menyeluruh.
Meski begitu, Suharsono mengklaim sejauh ini kerja polisi dalam menangani para teroris begitu cepat. Selain itu, menurut dia keberanian AKBP Untung Sengaji dan Ipda Tamat Suryani yang menembak mati pelaku teror bom pun patut diapresiasi.
"Salah satu dari hero-hero polisi yang kita lihat bersama dari amatir maupun cctv mampu menangani dalam waktu sesingkat-singkatnya," pungkas dia.
Sebelumnya diberitakan, aksi teror granat rakitan dan penembakan terjadi di Sarinah, Jakarta, pada Kamis (14/1). Atas aksi penyerangan itu, sedikitnya 8 orang dinyatakan tewas dan 26 orang luka-luka.
Dari 8 orang yang tewas, empat diantaranya pelaku teror bom dan empat lainnya warga sipil. Selain memakan korban, sejumlah fasilitas seperti pos polisi yang berada tepat di perempatan Sarinah serta cafe Starbucks di lokasi tersebut pun menjadi sasaran aksi laknat dari pelaku teroris. Aksi teror tidak berlangsung lama. Hanya dengan empat jam aksi para pelaku teror ini dapat dilumpuhkan.
Baca juga:
BEI: Aksi teror Sarinah tak bikin saham Indonesia anjlok
Keluarga belum dapat kepastian soal pemulangan jenazah Afif
JK takut penjara khusus justru ciptakan universitas teroris
TPM yakin Abu Bakar Baasyir tak terkait teror di Jakarta
Pasar modal puji kecepatan polisi lumpuhkan teroris di Sarinah
Jenazah Afif dimakamkan di kampung halamannya di Subang
Jenazah WN Kanada korban bom Sarinah sudah diambil keluarga