Polisi masih dalami motif Kompol F tembak mati adik ipar
Polisi masih dalami motif Kompol F tembak mati adik ipar. Perwira menengah itu terancam dipecat dari korps Bhayangkara. Sanksi berat itu akan dijatuhkan setelah proses pidananya usai.
Penyidik Polda Sumatera Utara masih menyelidiki motif Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal menembak mati adik iparnya. Penyidik masih memeriksa intensif Kompol Fahrizal.
"Saat ini kita sedang pelajari motifnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (9/4).
Perwira menengah itu terancam dipecat dari korps Bhayangkara. Sanksi berat itu akan dijatuhkan setelah proses pidananya usai.
"Itu (pemecatan) ada mekanismenya. Dilakukan dulu hukuman pidananya, setelah itu baru ada sidang kode etik. Tunggu saja mekanismenya," kata dia.
Secara khusus Polri menyampaikan keprihatinannya terkait insiden dilakukan anggotanya tersebut. Apalagi Fahrizal yang masih muda seharusnya memiliki karir yang cukup panjang.
"Kami prihatin dalam kasus ini. Karena mungkin beberapa sebab, hingga amukan aksinya yang kami namakan bukan aksi sebagai sosok pengayom dan pelindung masyarakat," kata Iqbal.
Iqbal menyatakan, Polri telah menyeleksi ketat anggotanya yang mendapatkan izin mengoperasikan senjata api. Polri juga memiliki aturan ketat terkait penggunaan senjata api.
Ke depan, Polri akan lebih memperketat pengawasan terhadap anggotanya yang memiliki izin pengoperasian senjata api.
"Setiap tahun kami lakukan proses penguatan-penguatan psikologi setiap pemegang senpi. Kami akan melakukan pengawasan pengendalian terhadap pemegang senpi," pungkasnya.
Reporter: Nafisyul Qodar
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Dokter ahli jiwa dari Mabes Polri periksa Kompol F
Fakta mencengangkan di balik peristiwa perwira polisi NTB tembak mati adik ipar
Kapolda NTB sebut Kompol F ke Medan dalam rangka cuti
Kompol F masih linglung, motif penembakan adik ipar belum diketahui
Polisi selidiki Kompol F bisa bawa senpi saat cuti berdinas
Tembak mati adik ipar, kejiwaan Kompol F diperiksa polisi
Kompol F mengaku dengar bisikan untuk tembak adik ipar