LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Kejar Pemilik Akun Sebar Jual Beli Data NIK dan KK

Dedi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan mudah terpancing adanya ajakan untuk menginstall program atau aplikasi tertentu. Tak menutup kemungkinan itu menjadi jebakan.

2019-07-29 17:47:05
Polri
Advertisement

Polisi sedang menyelidiki kasus dugaan jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Penyidik memburu pemilik akun media sosial yang menyebarkan isu itu pertama kali.

"Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tadi pagi sudah saya konfirmasi, akan mendalami dulu. Itu akun resmi atau fake akun," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Senin (29/7).

Dedi menjelaskan, kasus ini akan terang benderang setelah pemilik akun teridentifikasi. Selanjutnya, menggandeng Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil). Juga melibatkan saksi ahli untuk menentukan unsur perbuatan melawan hukum.

Advertisement

"Jadi harus ada dari saksi ahli hukum pidana untuk menjelaskan tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pemilik akun tersebut. Kalau terbukti dan mengantongi dua alat bukti maka penyidik akan meningkatkan statusnya menjadi tersangka," ujar dia.

Dedi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan mudah terpancing adanya ajakan untuk menginstall program atau aplikasi tertentu. Tak menutup kemungkinan itu menjadi jebakan.

"Itu bisa kesedot semuanya data kita di medsos. Jangan mudah terpancing dan hati-hati karena di media sosial terlalu banyak fake akunnya dan jebakannya," tutup dia.

Advertisement

Reporter: Ady Anugrahadi

Baca juga:false
Hati-Hati, Ramai NIK dan KK Diperjualbelikan di Media Sosial
Antusias Warga Kelurahan Kramat Ikut Bina Kependudukan
Mendagri Pastikan Tidak Ada Penggelembungan 1 Juta e-KTP di Pilpres 2019
Setnov di Restoran Padang, Ditjen PAS Bilang 'Mau Makan Bubur'
Minta Kemendagri Evaluasi Pemilu 2019, Ridwan Kamil Ingin e-KTP Dimaksimalkan
Jelang Pencoblosan Pemilu, Belasan Ribu Warga Tasikmalaya Belum Punya e-KTP

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.