Polisi kantongi identitas perusak kaca gedung Balai Kota Tangsel
Polisi kantongi identitas perusak kaca gedung Balai Kota Tangsel. Kepolisian sempat memarahi petugas keamanan gedung Balai Kota Tangsel terkait temuan tersebut. Lantaran para petugas keamanan itu tak membuat laporan atas insiden tersebut.
Polres Tangerang Selatan menurunkan Tim Vipers pasca perusakan kaca pintu otomatis di Balai Kota Tangerang Selatan di Jalan Raya Meruga, Kecamatan Ciputat, Jumat (25/8) pagi. Dipimpin Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto, memastikan akan menindak tegas pelaku yang telah merusak fasilitas negara itu.
"Kami sesuai laporan telah melakukan identifikasi, olah TKP, dan pemeriksaan saksi-saksi untuk mendapatkan informasi lengkap tentang kejadian itu," ucap Fadli, Jumat (25/8).
Fadli mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku yang diketahui berinisial S. Saat ini, polisi juga tengah berusaha melakukan pengamanan terhadap pelaku.
"Identitas pelaku sudah kami dapati dan segera kami lakukan pengamanan," kata dia.
Fadli mengaku sempat memarahi petugas keamanan gedung Balai Kota Tangsel terkait temuan tersebut. Lantaran para petugas keamanan itu tak membuat laporan atas insiden tersebut.
Dia juga kesal lantaran barang bukti kaca yang pecah akibat ditendang pelaku telah dibersihkan. "Ini jangan dianggap remeh, nanti kalau ini dihancurkan semua, kamu diam saja. Kamu kira ini punya kamu, punya PNS Tangsel, ini punya negara," pungkasnya.
Sebelumnya, fasilitas pintu otomatis di Balai Kota Tangerang Selatan dirusak warga, Jumat (25/8). Diduga kaca pintu otomatis bermerek RFID itu ditendang oleh warga yang kesal.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, seorang warga datang hendak bertemu pejabat Pemkot Tangsel. Namun tidak diizinkan petugas keamanan Balai Kota. Orang itu lantas langsung berlalu meninggalkan gedung Balai Kota sambil mengamuk.
"Itu ditendang sampai pecah," tutur saksi mata di lokasi.
Sekretaris Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkot Tangsel, Fuad mengatakan, masalah itu terjadi karena kesalahpahaman. Dia mengaku tidak mengetahui ihwal kejadian perusakan itu.
"Informasi sementara karena mis komunikasi saja. Nanti saya tanyakan dulu ke bagian umum karena saya belum dapat informasi yang jelas," kata dia.
Baca juga:
Kronologi insiden pemecahan pintu kaca kantor Wali Kota Tangsel
Warga mengamuk rusak kaca gedung Balaikota Tangsel
Baru hasilkan lima raperda, DPRD Tangsel klaim kinerjanya baik
DPRD Kota Tangsel mengajukan raperda inisiatif untuk kenaikan tunjangan
Disdik Tangsel selidiki kasus bully siswi SMA Nusantara Plus
Gaji guru honorer di Tangsel hanya Rp 1 juta per bulan
Puluhan orang terjaring razia KTP elektronik di CBD Bintaro