Disdik Tangsel selidiki kasus bully siswi SMA Nusantara Plus
Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Taryono mengaku sedang menghimpun informasi, seputar dugaan bullying sesama murid perempuan di SMA Nusantara Plus, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Dugaan bullying diketahui setelah beberapa video sempat beredar di media sosial yang menampilkan sekelompok murid menghukum adik kelas perempuan karena mengenakan rok span.
"Sejak awal, kami melarang adanya ospek yang berbau kekerasan, hanya boleh ada pengenalan lingkungan sekolah dan tidak boleh ada unsur kekerasan," terang PLT Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Senin (21/8).
Unsur kekerasan yang dimaksud terekam dalam video yang viral, di mana adik kelas sekelompok murid di sana diduga dihukum karena mengenakan rok jenis span. Saat dihukum, mereka diminta meminum sebuah minuman berwarna kuning yang diduga berasal dari campuran bahan-bahan tertentu dan dipaksa untuk menghabiskannya.
Sampai hari ini, menurut Taryono, pihaknya belum menerima laporan dari pihak murid maupun orang tua murid di sana. Namun, dia menjanjikan untuk mengusut peristiwa ini berkoordinasi dengan pihak terkait sesegera mungkin.
"Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten segera menentukan langkah-langkah untuk menangani masalah ini," katanya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya