Polisi Gagalkan Siswa SMP & SMA Ikut Demo di Malang
Petugas memeriksa anak-anak yang rata-rata tidak menggunakan helm dan berboncengan lebih dari dua orang. Mereka diminta untuk menyerahkan identitas berikut surat-surat kendaraan, handphone dan membuka joke kendaraan.
Sejumlah anak-anak SMP dan SMA yang berniat berdemontrasi di Gedung DPRD Kota Malang digagalkan Polres Malang. Mereka terjaring dalam razia yang digelar di Jalan Kertanegara Depan Stasiun Kota Malang.
Petugas memeriksa anak-anak yang rata-rata tidak menggunakan helm dan berboncengan lebih dari dua orang. Mereka diminta untuk menyerahkan identitas berikut surat-surat kendaraan, handphone dan membuka jok kendaraan.
Beberapa siswa mengakui hendak mengikuti aksi demonstrasi yang tersebar lewat broadcast di media sosial. Lewat handphone, mereka sebagian diketahui adanya ajakan untuk datang dalam aksi di Depan Gedung DPRD.
Anak tersebut juga telah menyiapkan poster yang hendak dibentangkan saat aksi massa. Poster ditemukan di antaranya bertuliskan 'Hanya Ada Satu Kata Lawan' dan 'Entah Apa Yang Merasukimu DPR?'.
Mereka pun beberapa diminta menjelaskan maksud dan tujuan demonya. Beberapa anak bisa menjelaskan aspirasinya, namun di antaranya mengaku hanya ikut-ikutan.
Dalam razia polisi juga menemukan senjata tajam dalam bentuk gergaji yang diletakkan di dalam joke sepeda motor. Pemiliknya mengaku membawa senjata tersebut untuk memotong skok sepeda motornya. Dua pengendara diketahui membawa senjata tajam di dalam joknya.
Beberapa anak juga beralasan hendak menyaksikan latihan Arema FC, pulang sekolah atau sekadar melintas untuk sebuah kebutuhan. Karena dianggap melanggar anak-anak tersebut diangkut ke Polres Malang Kota.
Baca juga:
Yayasan AMDI Sayangkan Anak-Anak Dilibatkan Demo
Rombongan Pelajar Serang Polisi di Medan, 5 Orang Diamankan
PMI Minta Masyarakat Tak Sebarkan Hoaks Ambulans Bawa Batu dan Bensin
Saat Dibubarkan, Puluhan Siswa SMA di Palembang Serang Polisi
Mabes Polri Sesalkan Akun TMC Polda Metro Unggah Video Tuduh Mobil Ambulans Bawa Batu
Jusuf Kalla Kecewa Ambulans PMI Dituduh Bawa Batu
PMI Minta Polisi Cari Pelaku Taruh Batu dan Bensin di Ambulans
Pelajar Diminta Tidak Ikut Demo
Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengatakan, razia digelar terkait informasi yang beredar lewat grup media sosial yang mengajak anak-anak khususnya siswa SMA untuk sebuah aksi massa.
"Grup WAnya namanya Belajar Bersatu. Kemudian kita mengambil kegiatan mengecek wilayah. Kami temukan dari beberapa pelajar memang betul datang ke Malang Kota dalam rangka cuma mengikuti ajakan tersebut dan instruksinya masih menunggu dari grup tersebut," kata Dony Alexander di Mapolres Malang Kota, Kamis (26/9).
Namun anak-anak yang diamankan tersebut ternyata beberapa ditemukan membawa senjata tajam, gear sepda motor dan pil koplo. Sehingga dilakukan identifikasi dan pembinaan agar tidak salah jalan.
"Agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Anak-anak diidentifikasi terbanyak berasal dari wilayah Kabupaten Malang yang mendapat ajakan lewat broadcast untuk ke Kota Malang. Mereka antara satu dengan yang lain tidak saling mengenal dan berniat berkumpul di sebuah tempat.
"Namun lewat broadcast tersebut berniat bertemu dan bersatu di satu titik. Mereka akan melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat, apakah pidana atau kegiatan merugikan kegiatan Kantibmas lainnya," katanya.
Anak-anak tersebut diidentifikasi dengan dikumpulkan di Mapolres Malang Kota. Selanjutnya para orang tua masing-masing akan diminta untuk datang guna menjemput sang anak. Hingga pukul 18.00 WIB, hampir 100 orang anak memenuhi Aula Polres Malang Kota.
"Kami masih menelusuri siapa otak di balik yang mengajak anak-anak ini keluar dari sekolah atau membolos atau pulang setelah sekolah berkumpul di suatu tempat di Malang Kota dan melakukan hal-hal yang nantinya merugikan keamanan. Kami masih mempelajari dan nantinya tetap akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidik dan dan Kepala Sekolah," urainya.
Sementara khusus, anak-anak yang membawa senjata tajam akan dipelajari terlebih dahulu niat dan tujuannya. Kalau memang untuk keperluan sekolah tentu tidak akan menjadi masalah.