Polisi ciduk 'tikus kargo' maskapai Garuda Indonesia
Pelaku menjarah paket lantaran tergoda melihat kemasan terlihat dari luar.
Petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil membongkar kasus pencurian barang alias 'tikus kargo'. Aksi mereka kerap meresahkan perusahaan pengiriman barang. Dalam aksinya pelaku telah membongkar paket kiriman.
Para pelaku sejauh ini sudah menjarah tiga telepon selular (ponsel). Bila ditotal, hasil pencurian bisa mencapai berkisar puluhan juta rupiah.
"Benar, kami telah berhasil membongkar kasus 'tikus kargo' pelaku merupakan karyawan kargo. Mereka telah mencuri isi paket berupa ponsel, tiga ponsel yang mereka bawa yakni satu iPhone 6S, satu iPhone 6S plus dan satu ponsel Xiaomi Redmi," ujar Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Mirzal Maulana, Jumat (29/4).
Adapun kronologis dalam kejadian, menurut dia, pada 6 April 2016 lalu PT Tiki JNE telah melaporkan ke Polres Bandara Soekarno-Hatta bahwa telah terjadi pencurian. Mereka melaporkan barang dikirim dari Bandara Soekarno-Hatta melalui kargo Garuda Indonesia ke Yogyakarta dengan nomor penerbangan GA 204. Selain itu, pada 15 Maret 2016, dari tujuh koli, satu di antaranya mengalami kerusakan tidak wajar.
"Setelah itu kami langsung menangkap tersangka AJ alias E di area kargo yang merupakan karyawan Gapura Airport Services yang betugas membawa traktor untuk paket barang yang akan dikirim," terangnya.
Pelaku menjarah paket lantaran tergoda melihat kemasan terlihat dari luar. Kemudian setelah membongkar isi paket, pelaku AJ menyembunyikannya di samping kanan setir kemudi.
Hasil pengembangan penyidikan tim Resmob Polres Bandara Soekarno-Hatta, tersangka merupakan warga Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Hasil curian dari tiga ponsel tersebut ke salah satu penadah yang berinisial JJK, warga Kebun Jeruk, Jakarta Barat.
"Barang bukti berupa ponsel belum lengkap, karena tersangka AJ telah menjualnya ke berbagai daerah, ada yang dijual ke Yogyakarta, Jambi dan Jakarta Barat," tuturnya.
Hingga kini, petugas Polres Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan pengembangan atas kemungkinan ada tersangka lain yang menjadi sindikat pada 'tikus kargo' tersebut.
Baca juga:
Koper penumpang Sriwijaya dirusak, uang Rp 13 juta raib
Naik Batik Air dari Ambon ke Jakarta, Sanga mengaku bagasinya dicuri
Sindikat pembobol tas di Bandara Soetta kembali ditangkap
Perhiasan penumpang hilang, 7 porter Lion Air Kualanamu diperiksa
Bagasi penumpang dicuri, Jonan salahkan operator bandara