Polisi buru 4 penganiaya warga Cipulir saat bentrok FBR vs PP pecah
Indra Jafar mengatakan, ada dua warga di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama yang ikut menjadi korban penyerangan oleh massa yang berasal dari ormas tersebut.
Polres Metro Jakarta Selatan masih memburu pelaku penganiayaan terhadap dua warga Cipulir, saat bentrokan antara Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) pecah, beberapa waktu lalu.
Pelaku yang diduga berasal dari salah satu kubu berjumlah empat orang.
"Tadi malam masih keliling anggota kita, kalau dia sembunyi kita minta kooperatif, kalau enggak ya udah kita cari sampe dapet pokoknya, karena sudah teridentifikasi orangnya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat dihubungi merdeka.com, Jumat (14/9).
"Enggak sampai (10 orang) kalau yang menganiaya langsung. Yang menyerang gitu ya tiga sampai empat orang," kata Indra.
Sebelumnya, Indra Jafar mengatakan, ada dua warga di kawasan Cipulir, Kebayoran Lama yang ikut menjadi korban penyerangan oleh massa yang berasal dari ormas tersebut. Menurut Indra, penyerangan terhadap dua warga itu terjadi ketika bentrokan massa Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP) meluas ke beberapa titik di Jakarta Selatan.
"Ada dua orang luka-luka di Cipulir. Kan pas bentrok di Gancit mereka pecah. Ada yang di Gancit (Gandaria City) dan di Cipulir," kata Indra saat dihubungi, Kamis (13/9).
Baca juga:
Bentrok FBR versus PP diduga dipicu rebutan lahan parkir
Polisi mulai bergerak ciduk pelaku bentrok FBR vs PP
Balas dendam, motif bentrokan FBR vs PP di Tangerang hingga Gandaria
Bentrokan ormas di Gandaria berawal dari Tangerang & meluas ke Jakarta
Polisi sebut tak ada korban jiwa saat bentrok ormas di Ciledug
3 Orang diringkus polisi terkait bentrokan kelompok preman di Sukabumi