LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Belum Bisa Pastikan Soal Pengembalian Uang Korban WO Pandamanda di Depok

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan penggalian data terhadap Anwar. Termasuk upaya agar Anwar memenuhi permintaan seluruh korbannya untuk mengembalikan uang.

2020-02-09 11:31:00
Penipuan
Advertisement

Korban dugaan kasus penipuan yang dilakukan Anwar, pemilik Wedding Organizer (WO) Pandamanda berharap dapat bertemu langsung. Mereka meminta agar Anwar mempertanggungjawabkan perbuatannya. Korban menginginkan agar uang yang telah disetorkan dapat dikembalikan.

Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya masih terus berupaya melakukan penggalian data terhadap Anwar. Termasuk upaya agar Anwar memenuhi permintaan seluruh korbannya untuk mengembalikan uang.

"Kita coba akan komunikasi dulu dengan perusahaan apakah dia masih memiliki uang yang disetorkan para korban, apakah masih ada ya kan, kalau gak ada berarti sudah digelapkan," katanya, Minggu (9/2).

Advertisement

Dari kasus ini, penyidik sudah memeriksa puluhan saksi. Tujuannya agar mencari titik terang dari dugaan kasus penipuan tersebut. Bahkan istri Anwar pun juga sudah diperiksa.

"Iya sudah (diperiksa istri pelaku). Sudah 20 orang saksi sampai saat ini," tambahnya.

Advertisement

Kendati demikian, polisi baru menetapkan satu tersangka saja. Perihal kemungkinan pelaku akan bertambah, Azis mengatakan, hal itu masih terus didalami.

"Sedang kami pelajari ya, karena Pandamanda ini dikelola oleh tersangka dan berlandaskan hukum," ujarnya.

Kini Anwar pun mendekam di sel. Dia dituntut mempertanggungjawabkan perbuatannya yang merugikan korban hingga lebih dari Rp2,5 miliar. Jumlah korban pun tercatat sudah 60 orang.

"Saat ini yang bersangkutan masih kami tahan dan diperiksa lebih dalam. Korban pun setiap hari terus berdatangan dan melapor," pungkasnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.