Polisi Bekuk Guru Ngaji Penyebar Video Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas
Penyebar video hoaks calon wakil presiden Ma'ruf Amin mengenakan kostum sinterklas saat mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru telah dibekuk, Rabu (26/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Pelakunya ternyata seorang guru ngaji.
Penyebar video hoaks calon wakil presiden Ma'ruf Amin mengenakan kostum sinterklas saat mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru telah dibekuk, Rabu (26/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Pelakunya ternyata seorang guru ngaji. Sedangkan pembuat video sedang diburu oleh Polda Aceh.
Pelaku merupakan seorang guru mengaji di salah satu pesantren di Aceh Utara berinisial S (31). Dia ditangkap di salah satu pesantren di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara oleh Satreskrim Polres Lhokseumawe.
Peristiwa ini bermula saat Ma'ruf Amin mengucapkan Natal kepada umat Kristiani beberapa waktu lalu. Lalu ada yang sengaja menggugah video tersebut dengan mengubah pakaian digunakan Ma'ruf Amin berkostum sinterklas. Padahal, faktanya saat Ma'ruf Amin mengucapkan Natal menggunakan jas dan kopiah.
"Itu pelakunya sudah ditangkap, itu yang membagikan," kata Kapolda Aceh, Irjend Pol Rio S Djambak, Jumat (28/12) di Banda Aceh.
Rio menyebut pihaknya tidak main-main jika ada pihak yang menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. Menurutnya, penyebaran hoaks merupakan tindak pidana yang tidak bisa ditolerir.
Dengan peralatan teknologi yang ada pada kepolisian, kata dia, penyebar hoaks akan mudah diungkap. Bukan hanya mengungkap penyebar, polisi juga akan mengungkap pembuat video hoaks tersebut.
"Pembuat video hoaks itu sedang kita kejar," imbuhnya.
Rio menyebutkan, siapapun yang terlibat menyebar informasi hoaks akan diproses oleh polisi.
"Siapapun calon wakil presiden tidak boleh ada yang membuat hoaks atau berita-berita bisa mendiskredikkan salah satu pasangan," tutupnya.
Baca juga:
Ditemani Pramono Anung, Jokowi Makan Siang Bareng Ma'ruf Amin
Ma'ruf Amin: Mengecewakan Kalau Betul Ada Pengaturan Skor di Sepakbola Indonesia
Ma'ruf Korban Hoaks, PDIP Tuding Ada Kekuatan Tak Senang Nasionalis dan Agamis Kompak
Sekjen PDIP: Lebih Baik Serang Saya Daripada Fitnah Jokowi-Ma'ruf
Ma'ruf Amin Sebut Pemda Harus Proaktif Buka Akses Pedesaan Demi Pemerataan Ekonomi