LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Polisi Bantah Geruduk Rumah Andi Arief di Lampung

Polisi membantah menggeruduk rumah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief di Lampung. Kedatangan polisi guna mengecek informasi disampaikan Andi Arief lewat media sosialnya tersebut.

2019-01-04 15:06:56
Andi Arief
Advertisement

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut rumahnya di Lampung didatangi polisi. Namun dia tidak menyebutkan maksud dan tujuan Polisi mendatangi rumahnya.

Polisi membantah menggeruduk rumah Andi Arief di Lampung. Kedatangan polisi guna mengecek informasi disampaikan Andi Arief lewat media sosialnya tersebut.

"Enggak ada penggerebekan. Dicek setelah ramai-ramai info di media," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Liputan6.com, Jumat (4/1).

Advertisement

Dedi mengatakan, saat dilakukan pengecekan, ternyata rumah itu bukan lagi milik Andi Arief. Dari penelusuran polisi rumah tersebut sudah dijual Andi Arief sejak tahun 2014 kepada seseorang bernama Yusrizal.

Dedi memastikan, hingga saat ini polisi belum memeriksa Andi Arief untuk diperiksa terkait kasus hukum. Termasuk kasus hoaks tujuh kontainer surat suara dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara, seperti diunggah Andi Arief melalui akun Twitternya.

"Jadi bukan penggerebekan. Setelah ramai, viral, dicek sama petugas di sana, benar nggak rumah Pak andi Arief, bukan, ternyata rumahnya sudah dijual 2014. Itu mengecek memastikan karena ramai di media sosial," tandasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut rumahnya di Lampung didatangi Polisi. Namun dia tidak menyebutkan maksud dan tujuan Polisi mendatangi rumahnya.

Pernyataan itu disampaikan melalui akun twitternya. Dia menyayangkan langkah ke polisian langsung mendatangi rumahnya. Padahal, Andi berjanji datang ke kantor polisi jika diminta.

"Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan," tulis Andi Arief melalui akun twitternya.

Kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Andi Arief mempertanyakan langkah tersebut. Dia merasa seolah diperlakukan seperti pelaku kejahatan.

"Pak Kapolri, jangan kejam terhadap rakyat. Salah saya apa. Kenapa saya hendak diperlakukan sebagai teroris. Saya akan hadir jika dipanggil dan diperlukan."

"Ini bukan negara komunis. Penggerudukan rumah saya di Lampung seperti negara komunis. Mohon hentikan Bapak Presiden."

Reporter: Nafiysul Qodar dan Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polisi Amankan 2 Orang Terkait Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos
Demokrat Minta Kapolri Jelaskan Penggerudukan Rumah Orang Tua Andi Arief di Lampung
Andi Arief Sebut Rumahnya di Lampung Digeruduk Polisi
Cerita Terungkapnya Hoaks Pencoblosan Surat Suara dalam Hitungan Jam
Balasan Hasto Disindir Buta Huruf oleh Andi Arief soal Surat Suara Tercoblos
Andi Arief Ungkap Isu Surat Suara Tercoblos Karena Pengalaman e-KTP dari Kamboja
Fadli Zon Bela Andi Arief Soal Tuduhan Sebar Hoaks Surat Suara Tercoblos

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.