Polda Metro ancam tindak pedagang yang timbun daging sapi
"Kalau ada spekulan yang menimbun kita akan selidiki," kata M Iqbal.
Polda Metro mendorong lembaga terkait untuk melakukan operasi pasar menyusul mahalnya harga daging sapi. Di antaranya Kemendag, dan Bulog segera merespon keluhan masyarakat tersebut.
"Kita mendorong Pemerintah, sudah dilakukan operasi pasar oleh pihak terkait seperti Bulog, kita mendorong asosiasi-asosiasi, RPH (Rumah Pemotongan Hewan) untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/8).
Menurutnya, polisi mengimbau agar tidak ada pedagang nakal yang melakukan penimbunan daging sapi. Sebab, mereka yang ngotot akan ditindak secara hukum.
"Kalau ada spekulan yang menimbun kita akan selidiki. Kita akan mapping, kita sudah komunikasikan itu ke semua. Agar mengantisipasi penimbun-penimbunan itu. Kalau itu ditemukan kita akan proses hukum. Ancaman hukumannya lebih dari lima tahun," ujarnya.
Sementara itu, Pengamat Universitas Jenderal Soedirman, Ahmad Soliq mengatakan ptensi penimbunan daging sapi diduga terjadi di daerah Bandung dan Jakarta. Hal itu karena merupakan sentral konsumsi daging sapi utama di Indonesia.
"Sentral konsumsi dagaing sapi di Indonesia yang terbesar ada di Jakarta dan Bandung. Jadi tidak heran di wilayah tersebut terjadi kelangkaan. Tetapi, wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB dan Bali cendrung tidak terjadi karena termasuk sentra penghasil," pungkasnya.
Baca juga:
Akademisi: Kelangkaan daging sapi hanya terjadi di sentra konsumsi
Suplai 1 ton daging sapi, Bulog gelar pasar murah di Kota Tangerang
5,5 Ton daging sapi ludes dalam pasar murah selama 3 hari di Bandung
Beda dengan daging, Ahok ngaku nyerah hadapi kenaikan harga sayur
Kapolri minta mogok pedagang daging di pasar jangan ada pemaksaan
Daging mahal pedagang demo, DPR sayangkan Jokowi malah tuduh mafia
Harga daging sapi melonjak, pedagang rugi puluhan juta