Beda dengan daging, Ahok ngaku nyerah hadapi kenaikan harga sayur
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tak berdaya atas melonjaknya harga sayur mayur akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Ahok tak bisa berbuat banyak, karena kekeringan dan melonjaknya harga pangan memang sudah merupakan hukum dagang.
"Kalau lagi musim kering tidak bisa apa-apa, karena suplainya terbatas. Tidak ada pilihan, pasti lebih mahal. Itu hukum dagang. Tidak mungkin impor sayur kan," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8).
Ahok mengaku sampai saat ini Pemprov DKI belum punya penyelesaian masalah dalam jangka pendek. Karena menurutnya, dibutuhkan rencana jangka panjangnya untuk mengatasi kenaikan harga sayur, yang pasti kembali terulang di musim kekeringan berikutnya.
Dirinya juga mengaku, ke depannya akan menggalakkan penanaman sayur dengan sistem hidroponik kepada masyarakat.
"Nah kalau atasi itu, jangka panjang. Mau tidak mau, orang harus kita dorong ke hidroponik. Seperti di rumah-rumah susun. Supaya kebutuhan sayur itu bisa kita dapatkan di lokasi sendiri. Termasuk di Kanal Banjir Timur kita sudah mulai tanam," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya