Polair Polda Metro masih lakukan pencarian korban KM Zahro Express
Polisi masih melakukan pencarian karena pendataan atau manifest jumlah penumpang kapal KM Zahro Express yang bertolak dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung di Kepulauan Seribu ini kacau balau. Sehingga jumlah penumpang masih simpang siur.
Hingga hari ini, Jumat (6/1), upaya pencarian korban kapal KM Zahro Express yang terbakar di perairan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara masih terus dilakukan. Kapal Polair Polda Metro Jaya masih berupaya melakukan pencarian korban.
"Pencarian masih berlangsung sampai sekarang dan mudah-mudahan kita tetap berupaya kapal Polair tetap berpatroli," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (6/1).
Pihaknya masih melakukan pencarian karena pendataan atau manifest jumlah penumpang kapal KM Zahro Express yang bertolak dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung di Kepulauan Seribu ini kacau balau. Sehingga jumlah penumpang masih simpang siur.
"Kita masih mendata, mengupdate ini berapa sih. Karena kalau kita cuma melihat manifest kan cuma 100 saja," ujar Argo.
Argo menyebutkan, jumlah penumpang KM Zahro mencapai 200 orang. "Kita mendata juga dari kapal penumpang kapal yang selamat penumpang yang sakit yang meninggal, hampir 200," kata Argo.
Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk menuntaskan proses hukum atas kejadian yang menewaskan 23 penumpang ini.
"Ya kita masih menanyakan kepada yang berkepentingan di sana. Ada bukti-bukti juga," singkat Argo.
Baca juga:
Kasus kapal terbakar, eks Kepala KSOP Muara Angke segera diperiksa
Pemilik KM Zahro Express terbakar penuhi panggilan polisi
Polda Metro kantongi keberadaan pemilik KM Zahro Express terbakar
Ahok ingin kapal penyeberangan di ibu kota dikelola PT TransJakarta
Nadya korban Zahro Express baru pertama kali naik kapal laut
Korban tewas KM Zahro Express sepupu Muhaimin Iskandar
Polda Metro buka peluang penambahan tersangka KM Zahro terbakar