PLTU di Indramayu terbakar, 10 pegawai dilarikan ke rumah sakit
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran PLTU yang menyumbang hingga 1.000 MW pasokan listrik untuk Jawa-Bali itu.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumuradem yang beralamat di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, terbakar diduga karena gesekan dan panas batu bara pada Minggu (4/10), sekira pukul 00.30. Akibat kebakaran tersebut, 10 orang dikabarkan mengalami luka bakar cukup serius dan dilarikan ke rumah sakit RS Klayan Pertamina, di Cirebon.
"Api diduga berasal dari Crushier karena terjadi gesekan di lokasi penggilingan batu bara," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono kepada merdeka.com, Minggu (4/10).
Menurut Sulistyo, sekitar pukul 05.30 WIB api sudah dapat dipadamkan. Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran PLTU yang mampu menyumbang hingga 1.000 MW pasokan listrik untuk Jawa-Bali itu.
"Sementara lokasi masih status quo untuk antisipasi dampak yang ditimbulkan," kata dia.
Untuk para korban, kata Sulistyo, hingga kini masih dilangsungkan perawatan intensif. Lokasi PLTU kini sudah diberi garis polisi guna penyelidikan lebih lanjut.
Baca juga:
Menteri ESDM: Presiden tegaskan target 35.000 MW tidak diturunkan
Jokowi resmikan pembangunan proyek PLTU Batang senilai USD 4 miliar
Limbah PLTU Celukan Bawang dikeluhkan petani dan nelayan
Operator janji latih pekerja lokal operasikan PLTU Celukan Bawang
Pihak CHEC PLTU Celukan Bawang sebut pegawainya cuma setahun di Bali
Giliran petugas Imigrasi Buleleng sidak ke PLTU Celukan Bawang
Disnaker Bali akui beri izin WN China kerja di PLTU Celukan Bawang