PLN Pastikan Pemulihan Listrik Sulteng 100 Persen Pasca Gempa Magnitudo 6,7
PT PLN (Persero) telah berhasil PLN Pulihkan Listrik Sulteng 100 persen pasca gempa M 6,7, memastikan ribuan pelanggan kembali menikmati pasokan energi vital ini.
PT PLN (Persero) mengumumkan bahwa pemulihan jaringan listrik di Sulawesi Tengah (Sulteng) telah mencapai 100 persen pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7. Peristiwa alam ini terjadi pada Senin, 16 Juni, menyebabkan gangguan signifikan pada infrastruktur kelistrikan di beberapa wilayah. Percepatan pemulihan ini menunjukkan komitmen PLN dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Vice President Pengendalian Distribusi Sulmapana PLN, Eko Prihandana, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan. Upaya cepat dan terkoordinasi memastikan bahwa dampak gangguan listrik dapat diminimalisir secara efektif. Listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat.
Lima daerah di Sulawesi Tengah, termasuk Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, dan Poso, sempat mengalami gangguan pasokan listrik akibat gempa. Namun, berkat respons cepat, puluhan ribu pelanggan kini dapat kembali menikmati layanan listrik secara optimal.
Pemulihan Jaringan Listrik PLN di Sulteng
PT PLN (Persero) telah berhasil mengatasi dampak gempa dengan memulihkan seluruh infrastruktur kelistrikan yang terganggu di Sulawesi Tengah. Jaringan yang terdampak meliputi tiga unit penyulang, 15 unit jaringan section, dan 651 gardu listrik yang kini telah beroperasi normal. Pemulihan ini berdampak langsung pada 68.459 pelanggan yang kini kembali menikmati aliran listrik.
Beberapa Unit Layanan Pelanggan (ULP) seperti Kota Palu, Kamonji, Tawaeli, Donggala, Tambu, dan Parigi sempat mengalami gangguan serius saat bencana terjadi. Namun, berkat kesigapan petugas, area-area tersebut kini telah terlayani penuh. PLN menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi di masa tanggap darurat, memastikan masyarakat tidak terhambat dalam beraktivitas.
Eko Prihandana menambahkan bahwa petugas lapangan terus bersiaga dan memantau kondisi jaringan untuk memastikan tidak ada gangguan susulan. Kehadiran PLN di tengah masyarakat terdampak gempa menjadi prioritas utama hingga kondisi benar-benar pulih total. Ini adalah bagian dari upaya PLN Pulihkan Listrik Sulteng dengan cepat dan komprehensif.
Dukungan Kemanusiaan PLN untuk Korban Gempa
Selain fokus pada pemulihan infrastruktur kelistrikan, PT PLN (Persero) juga aktif menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa di Kabupaten Sigi. Sigi merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak bencana, sehingga bantuan logistik sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian PLN terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah operasionalnya.
Bantuan disalurkan melalui beberapa titik posko darurat dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi pusat penampungan dan perawatan korban. Lokasi penyaluran bantuan meliputi Posko Kecamatan Nokilalaki, Puskesmas Palolo, Puskesmas Nokilalaki, serta Posko Siaga Kelistrikan Kantor Jaga Palolo.
Logistik yang diberikan sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak para korban. Bantuan tersebut mencakup air mineral, beras, ikan kaleng, obat-obatan, tandon air bersih, dan perlengkapan penting lainnya. PLN juga menyediakan bantuan penerangan darurat untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi selama masa pemulihan.
Dampak Gempa dan Upaya Penanganan Bencana
Data dari BPBD Sigi hingga Sabtu, 20 Juni, menunjukkan skala kerusakan yang signifikan akibat gempa bumi di daerah tersebut. Tercatat sebanyak 2.335 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 1.955 unit rusak ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit rusak berat. Angka ini mencerminkan dampak serius yang dialami oleh permukiman warga.
Jumlah total korban dan warga terdampak mencapai 8.586 jiwa, yang tersebar di 2.775 kepala keluarga (KK). Selain itu, bencana ini juga mengakibatkan 17 orang mengalami luka berat dan 108 orang menderita luka ringan. Tragisnya, tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, upaya penanganan bencana dari berbagai pihak, termasuk PLN, menjadi krusial. Kehadiran listrik yang stabil dan bantuan kemanusiaan sangat membantu masyarakat dalam memulai proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Komitmen bersama diperlukan untuk memastikan pemulihan menyeluruh bagi seluruh korban gempa.
Sumber: AntaraNews