PLN EPI: Program Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Maggot Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat
Ia menambahkan program pengelolaan sampah organik berbasis maggot tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan.
Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Mamit Setiawan menyebut bahwa apresiasi Platinum Alignment dalam ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026 menjadi bukti bahwa transformasi peran CSR sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan telah berjalan dengan baik.
"Penghargaan ini menunjukkan bahwa program TJSL PLN EPI tidak hanya berorientasi sosial, tetapi juga mampu menciptakan perlindungan nilai ekonomi perusahaan secara nyata dan terukur. Inilah arah baru CSR yang kami dorong," ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (16/4).
Ia menambahkan program pengelolaan sampah organik berbasis maggot tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular, yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan, serta sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Perkuat Ketahanan Ekonomi
Penghargaan ini diberikan atas program TJSL Pengelolaan Sampah Organik Dapur (SOD) melalui budi daya maggot black soldier fly (BSF) di Gunung Kidul, DIY, yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan nilai dalam rantai pasok.
Program ini mencatat skor 90,80 dan masuk dalam kategori ketahanan ekonomi masyarakat dan rantai nilai. Selain itu, program tersebut juga meraih predikat Corporate Economic Protection Index (CEPI) Champion Candidate dengan nilai 2,72, yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi CSR mampu melindungi sekitar Rp2,72 nilai ekonomi dalam eksposur risiko operasional perusahaan.
"Bagi PLN EPI, TJSL bukan lagi sekadar kewajiban melainkan investasi strategis yang mengubah risiko menjadi nilai, limbah menjadi sumber daya, dan masyarakat menjadi mitra dalam membangun ketahanan bisnis yang berkelanjutan," kata Mamit.