PKS: Hukuman mati belum sebanding dengan bahaya narkoba
Nasir mendukung penuh pemerintah yang melakukan eksekusi mati terhadap terpidana narkoba.
Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengapresiasi langkah pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mengeksekusi narapidana kasus narkotika. Politikus PKS ini menambahkan, langkah pemerintahan Jokowi harus mendapat dukungan.
"Menurut saya di satu sisi, ini adalah keberhasilan pemerintah sekarang, ini sisi positif dan harus kita apresiasi dalam konteks penegakan hukum," ujar Nasir dalam Forum Aktual, Minggu (18/1).
Dia menambahkan, Jokowi tidak perlu takut akan kecaman dan protes dari dunia internasional. Indonesia, lanjutnya, harus berdaulat dalam menjalankan hukumnya sendiri.
"Silakan saja pihak internasional mengkritik, mengecam, tapi Indonesia harus punya sikap," tutur dia.
Sementara itu, terkait sejumlah LSM yang menentang penerapan hukuman mati, Nasir mengingatkan agar melihat dampak yang ditimbulkan dari penyebaran narkotika yang dilakukan para terpidana. Menurutnya, hukuman mati belum sebanding dengan kerusakan yang dihasilkan dari narkoba.
"Itu lebih dahsyat dan tidak sebanding dengan eksekusi yang dilakukan. Yang jatuh korban ratusan ribu orang, kerugian capai triliunan rupiah. Kalau kita banding-bandingkan, tak sebanding dengan eksekusi mati yang sudah dilakukan. Eksekusi mati hanya satu orang, sementara korban akibat perbuatan pelaku ratusan ribu orang," ujarnya.
Baca juga:
Jokowi: Perang lawan mafia narkoba tak boleh setengah-setengah
Warganya dihukum mati, Belanda kutuk keras pemerintah Indonesia
Hikmahanto minta Jokowi tak risau Belanda dan Brasil tarik dubesnya
Begini ketatnya pengawalan jenazah terpidana mati di Nusakambangan
Jaksa Agung sebut hukuman mati selamatkan Indonesia dari narkoba
Jaksa Agung gandeng PPATK usut pencucian uang bandar narkoba