Pimpinan KPK Harap Lagu Anti-Korupsi Bikin Setan di Gedung DPR Kabur
"Kemungkinan (lagu Antikorupsi) ini kalau diputar di Gedung DPR atau diputar di mobil-mobil pejabat mudah-mudahan setan keluar dari dalam mobilnya agar dia tidak korupsi," ujar pimpinan KPK tersebut.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Festival Lagu Anti-Korupsi (Saksi) 2018. KPK berharap lagu-lagi yang terdapat dalam album kompilasi Saksi ini dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya korupsi.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bahkan ingin agar lagu-lagu antikorupsi dapat diputar di Gedung DPR RI Jakarta. Tujuannya agar 'setan-setan' korupsi yang ada di Gedung DPR keluar. Dengan demikian para anggota DPR maupun pejabat enggan melakukan korupsi.
"Kemungkinan (lagu Antikorupsi) ini kalau diputar di Gedung DPR atau diputar di mobil-mobil pejabat mudah-mudahan setan keluar dari dalam mobilnya agar dia tidak korupsi," ujar Saut saat memberikan sambutan Final Festival Suara Lagu Anti-Korupsi di Plaza Festival Jakarta Selatan, Jumat (30/11) malam.
Dia berharap festival Saksi ini dapat terus dilakukan agar dapat menyuarakan antikorupsi ke masyarakat melalui lagu. Saut menilai cara ini dapat membangkitkan semangat masyarakat untuk memerangi korupsi.
"Festival lagu anti korupsi akan kita laksanakan sampai dunia ini kiamat ini artinya kita akan terus bernyanyi untuk menyuarakan antikorupsi oleh sebab itu mari kita nikmati untuk kemudian kita melaksanakannya tiap tahun khusus lagu antikorupsi," tuturnya.
Saut menuturkan festival ini diikuti oleh 220 grup band dari seluruh Indonesia dengan beragam genre. Mereka lalu diseleksi oleh tim juri hingga menjadi sembilan grup band yang masuk babak final.
"Lagunya bagus nanti akan kita jelaskan tapi kita nikmati dulu kita selama ini sudah mendengar liriknya jadi kita mau lihat harmoni lain dan penampilannya," kata Wakil Ketua KPK itu.
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
KPK Cecar Nico Siahaan soal Aliran Uang untuk Kegiatan Partai
Soal Komitmen Pemberantasan Korupsi Jokowi, PSI Singgung Kasus Petinggi Golkar
PSI dan KPK Bahas Penguatan Tata Kelola Internal Partai
Berkas Rampung, Penyuap Kepala Pajak Ambon Segera Diadili