LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pimpinan Komisi I DPR tak percaya Australia danai teroris di RI

Hanafi tak percaya karena Australia juga menjadi target terorisme.

2015-03-25 13:29:57
Terorisme
Advertisement

Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais menilai, temuan PPATK yang menyebut Australia telah mendanai kegiatan terorisme di Indonesia sebagai balas dendam negeri Kanguru atas kebijakan pemerintah Indonesia tidak tepat. Sebab, ia menyebut motif Australia tersebut masih bersifat sumir.

"Saya kira kalau mau disebut begitu ya tidak tepat karena Australia juga mengalami ancaman yang sama. Kalau ditafsirkan membalas sikap Australia ke kita ya mungkin kurang tepat, data yang ada harus ditelusuri dengan benar," kata Hanafi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/3).

Selain itu, Hanafi meyakini pendanaan kegiatan terorisme di Indonesia tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Dia yakin jaringan duit yang mengalir untuk danai gerakan terorisme yang berkembang di Indonesia berasal dari sejumlah sumber.

"Saya yakin aliran terorisme tidak satu simpul tapi berantai," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso mengatakan, saat ini ada aliran dana untuk kegiatan kelompok teroris di Indonesia dari Australia. Oleh sebab itu, PPATK Indonesia akan bekerjasama dengan PPATK Australia untuk menyelidiki aliran dana tersebut.

"Kita temukan ada dukungan pembiayaan dari pihak Australia kepada jaringan di Indonesia. Saya enggak bisa sebutkan secara detail, tapi paling tidak PPATK sudah sampaikan kepada Densus 88," kata Agus Santoso di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3).

Menurut dia, dukungan aliran dana tersebut tidak mencapai angka jutaan dolar. Aliran dana itu diduga untuk kegiatan teroris membuat peralatan bom dan buku.

"Kami mau ada kerjasama bareng meningkatkan Awareness terkait ISIS dan perkembangan teroris di kawasan. Kami akan undang PPATK dari Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura dan Australia," ujarnya.

Baca juga:
JK minta aparat hukum tindaklanjuti temuan PPATK soal rekening ISIS
PPATK: Ada aliran dana dari Australia ke kelompok teroris Indonesia
BI-PPATK perkuat cara berantas pencucian uang dan pendanaan teroris
Gandeng PPATK, Ahok akan ungkap gaya hidup mewah anggota DPRD
JK: Yunus Husein bersumpah tidak ada rekening gendut Jenderal Polri
Yunus Husein: 'Sumpah' itu berasal dari Pak JK

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.