LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pihak sekolah nilai full day school buat murid merasa tersandera

Selain itu, lanjut Antarina, saat ini hukuman bagi anak didik yang membuat kesalahan masih menjadi paradigma di masyarakat. Padahal, hukuman bagi anak didik bukan solusi yang tepat karena akan memengaruhi kepercayaan diri anak didik.

2017-06-17 17:45:00
Full Day School
Advertisement

Kebijakan full day school yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai, kebijakan ini akan membuat murid merasa tersandera bila harus berada di sekolah selama 8 jam.

Pengelola Sekolah Highscope Indonesia, Antarina F Amir menilai, penambahan jam belajar anak menjadi delapan jam dalam satu hari kurang tepat jika tujuannya untuk mengembangkan karakter anak didik. Sebab, lebih baik memikirkan atau memperbaiki suasana dalam proses belajar.

"Atmosfer suasana belajar ini sangat. berdampak sekali. Dalam prosesnya, sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi anak didik," ujarnya di Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6).

Selain itu, dia mengungkapkan, guru juga harus lebih kreatif ketika menyampaikan sebuah materi pelajaran. Misalnya, mengajarkan secara langsung bagaimana belajar bekerjasama.

"Lebih baik kalau menurut saya, konsen pada itu (memperbaiki atmosfer di sekolah). Dengan cara itu akan terjadi pengembangan karakter, karena ketika (murid) akan bekerja sama dengan yang lain, penguatan value (nilai) dan etika akan masuk ke situ (ke anak)," ujarnya.

Selain itu, lanjut Antarina, saat ini hukuman bagi anak didik yang membuat kesalahan masih menjadi paradigma di masyarakat. Padahal, hukuman bagi anak didik bukan solusi yang tepat karena akan memengaruhi kepercayaan diri anak didik.

"Penekanannya bukan pada menerapkan sanksi terhadap anak didik, tetapi bagaimana agar anak didik bisa mengakui kesalahan yang dibuatnya dan memahami untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Tidak boleh ada hukuman, tapi guru harus memberikan inspirasi, karena hukuman larinya ke kepercayaan diri. Kalau nyaman, larinya anak jadi percaya diri lebih dan jujur," pungkas Antarina.

Baca juga:
Dari kepala daerah hingga sekolah kritik sistem full day school
Bertemu Jokowi, ulama se-Jateng minta full day school dicabut
Sistem full day school dinilai belum cocok diterapkan semua daerah
Minta full day school dihentikan, Seokarwo akan surati presiden
Sistem full day school, Mendikbud harus perhatikan anak disabilitas

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.