LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Petugas Dapati Wisatawan di Pangandaran Bawa Surat Bebas Covid-19 Palsu

Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Pangandaran, Aang Saeful Rahmat mengatakan bahwa saat memeriksa sejumlah dokumen, pihaknya menemukan kejanggalan. Surat keterangan raid test itu dikeluarkan oleh salah satu rumah sakit di Kabupaten Garut.

2020-06-30 00:02:00
Pangandaran
Advertisement

Sejumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Pangandaran, diduga memalsukan surat keterangan hasil uji cepat (rapid test) Covid-19. Hal tersebut diketahui karena surat keterangan tersebut dinilai janggal dan tidak seperti pada umumnya.

Diketahuinya wisatawan tersebut menggunakan surat keterangan palsu, terjadi pada Jumat (26/6). Saat itu petugas yang berjaga di pos pemeriksaan mendapati surat keterangan hasil rapid test diduga palsu yang dibawa oleh 12 wisatawan asal Kabupaten Garut.

Petugas pos yang melihat kejanggalan atas surat tersebut langsung berkoordinasi dengan Labkesda Pangandaran untuk memeriksa keaslian surat tersebut.

Advertisement

Kepala UPTD Labkesda Kabupaten Pangandaran, Aang Saeful Rahmat mengatakan bahwa saat memeriksa sejumlah dokumen, pihaknya menemukan kejanggalan. Surat keterangan raid test itu dikeluarkan oleh salah satu rumah sakit di Kabupaten Garut.

"Kami sempat menyarankan kepada 12 pengunjung tersebut untuk melakukan rapid test ulang yang sudah disediakan di checkpoint, tapi mereka lebih memilih pulang," katanya, Senin (29/6).

Sementara itu, Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena menyebut bahwa pihaknya baru mengetahui setelah surat hasil keterangan yang dibawa wisatawan diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Pangandaran.

Advertisement

"Diduga, surat yang dibawa sejumlah wisatawan itu palsu. Ya cukup aneh memang surat keterangannya," sebutnya saat.

Ia mengungkapkan bahwa para wisatawan tersebut sempat menginap di Pangandaran. Dari informasi yang dihimpun, para wisatawan tersebut diketahui menggunakan surat keterangan palsu saat akan memasuki tempat wisata Batu Karas. Mereka saat ini sudah kembali ke daerah asalnya karena enggan diperiksa ulang.

"Mudah-mudahan tidak berdampak dan benar-benar sehat orangnya," ungkapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Nana memastikan pihaknya akan mengetatkan penjagaan kepada setiap wisatawan yang datang. Selain itu juga, koordinasi dengan pihak terkait pun akan dikuatkan dalam pemeriksaan dokumen milik pengunjung.

"Pengunjung yang hendak datang ke Pangandaran untuk benar-benar menunjukkan surat keterangan yang asli demi kebaikan bersama. Kepada wisatawan lebih baik rapid test di lokasi saja daripada nanti diduga palsu dan disuruh pulang," tutupnya.

Baca juga:
Bupati Tapteng Pastikan Pecat ASN yang Palsukan Dokumen Rapid Test
Palsukan Dokumen Rapid Test, Staf RS dan Perawat di Tapanuli Tengah Ditangkap
LPSK Minta Pemalsu Sertifikat Keterampilan Pelaut Dijerat Perdagangan Orang
Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu Sertifikat Keterampilan Pelaut, 11 Pelaku Ditangkap
Polda Kalbar Tangkap Dua Pemalsu Surat Perjalanan Bebas Covid-19, Tipu 38 Korban
Pemprov DKI: Palsukan SIKM Langgar UU ITE

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.