LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Petugas Bandara Sultan Hasanuddin gagalkan penyelundupan pil PCC tujuan Merauke

Paket PCC yang akan dikirim melalui salah satu ekpedisi dengan keterangan paket kosmetik itu terbongkar setelah terlihat mencurigakan bagi sekuriti yang bertugas di alat pendeteksi x-ray.

2018-01-06 14:15:00
Pil PCC
Advertisement

Awal tahun 2018 ini Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sudah disusupi obat daftar G berupa tablet PCC sebanyak 250 butir dalam 25 bungkus yang rencananya dikirim ke Merauke, menumpang pesawat Lion Air, Jumat (5/1) malam.

Paket PCC yang akan dikirim melalui salah satu ekpedisi dengan keterangan paket kosmetik itu terbongkar setelah terlihat mencurigakan bagi sekuriti yang bertugas di alat pendeteksi x-ray.

Kapolsek Bandara Sultan Hasanuddin, Iptu Ahmad membenarkan temuan tablet PCC tersebut dan saat ini kasusnya telah diambil alih oleh tim Direktorat Reserse Narkoba (Dit Res Narkoba) Polda Sulsel untuk pengembangan lebih lanjut.

Advertisement

Dijelaskan dia, untuk mengelabui petugas, di paket PCC dengan nama pengirim Rahmatia beralamat di Jl Gunung Latimojong, Makassar itu tertulis berisi kosmetik seberat 1 koli tujuan Merauke. Saat melintasi alat X-ray, penampakan paket kosmetik ini terlihat mencurigakan.

Seorang petugas ekspedisi yang membawa paket itu kemudian diminta untuk membuka guna pemeriksaan secara manual. Akhirnya ditemukan dalam paket itu di antaranya ada 25 bungkus isi masing-masing 10 butir tablet PCC.

"Setelah diperiksa secara manual ditemukan tablet PCC sebanyak 250 butir dalam 25 bungkus yang ada di dalam paket kosmetik itu. Di paket itu jelas tertera nama pengirim dan nama penerima yang akan dituju. Ini adalah kasus narkoba pertama ditemukan di bandara di awal tahun," kata Iptu Ahmad saat dikonfirmasi, Sabtu (6/1).

Advertisement

Paket PCC ini kemudian dibungkus dan dipacking ulang untuk kemudian dikirimi ke alamat yang akan dituju di Merauke tujuannya untuk membongkar sindikat peredaran tablet obat terlarang itu.

"Kasus ini sudah dalam pantauan Dit Res Narkoba Polda Sulsel. Jadi paket itu sudah diberi tanda dan di sana sudah ada yang menunggu untuk selanjutnya diikuti pihak-pihak yang terkait dengan PCC itu," ujarnya.

Baca juga:
Gembong narkoba Aceh sempat raib saat kerusuhan di Lapas
Lima korban diduga dibunuh kartel narkoba Meksiko dijejer di mobil
Polisi dianiaya bandar narkoba hingga pendarahan saat menyamar
Sebelum ditahan, Jedun minta pengacara maksimalkan permohonan rehab
Kapolda Metro jenguk Brigadir Rizal, polisi dianiaya bandar narkoba

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.