Petani Kendeng minta Ganjar Pranowo tutup pabrik semen Rembang
"Yang penting juga adalah jangan ngomong doang. Segel pabrik. Tutup," kata Mohammad Isnur kepada merdeka.com, Senin (27/3).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menghentikan sementara pembangunan PT Semen Indonesia di Rembang. Hal itu dilakukan hingga menunggu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Keputusan tersebut diambil setelah ada pertemuan antara pihak Pemprov Jawa Tengah dengan PT Semen Indonesia.
Namun keputusan Ganjar tersebut dinilai petani Kendeng yang melakukan aksi cor kaki menolak pabrik semen Rembang belumlah cukup. Salah seorang koordinator aksi, Mohammad Isnur meminta Ganjar tak cuma berbicara. Dia juga meminta agar Ganjar melakukan aksi, salah satunya dengan menyegel pabrik.
"Yang penting juga adalah jangan ngomong doang. Segel pabrik. Tutup," kata Mohammad Isnur kepada merdeka.com, Senin (27/3).
Dia mengatakan, kesalahan politisi PDIP itu adalah memerintahkan proses penyempurnaan addendum dan mengeluarkan izin baru.
"Ganjar melakukan kesalàhan. Harusnya dia tidak memerintahkan proses penyempurnaan addendum dan mengeluarkan izin baru," katanya.
Tak cuma itu, dia juga mengatakan Ganjar Pranowo seharusnya menunggu sampai proses KLHS selesai. "Ganjar harusnya tidak mengeluarkan izin apapun sebelum KLHS selesai," kata Isnur.
Baca juga:
PDIP minta Ganjar Pranowo dengarkan aspirasi petani Rembang
Petani kendeng: Kalau bukan kaum termarjinal bergerak, siapa lagi?
Fadli Zon minta pemerintah lebih arif sikapi tuntutan petani Kendeng
Wasekjen Gerindra minta pembangunan semen Rembang tak dipolitisasi
Pakar ITB heran indikasi kerusakan lingkungan pabrik semen Rembang